GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bulfest Raih Penghargaan Anugerah Pesona 2017, Dispar Dapat ...

Bulfest Raih Penghargaan Anugerah Pesona 2017, Dispar Dapat ...

Dalam Kategori Festival Pariwisata Terpopuler, Bulfest bersaing dengan 10 nominasi festival dari berbagai wilayah. Di antaranya, Buleleng Festival dari Kabupaten Bule…

Bulfest Raih Penghargaan Anugerah Pesona 2017, Dispar Dapat ...

Dalam Kategori Festival Pariwisata Terpopuler, Bulfest bersaing dengan 10 nominasi festival dari berbagai wilayah. Di antaranya, Buleleng Festival dari Kabupaten Buleleng, FB dari Kota Makassar, Festival Danau Kalimutu Kabupaten Ende, Fesival Danau Sentani Kabupaten Jayapura.

Ada pula Festival Isen Mulang Provinsi Kalimantan Tengah, Festival Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi, Festival Sriwijaya Sumatra Selatan, Jakarta Fasion and Food Festival Kota Jakarta Utara, Sawahlunto Internasional Songket Carnaval Kota Sawahlunto, Tomohon Internasional Flower Festival Kota Tomohon.

Dari sepuluh besar tersebut, juara pertama diraih oleh Festival Pa cu Jalur dari Kabupaten Kuantan Singingi. Sedangkan Juara Kedua diraih oleh Sawahlunto Internasional Songket Carnaval Kota Sawahlunto. Kemudian juara ketiga dimenangkan oleh Buleleng Festival dari Kabupaten Buleleng.

Selain meraih Juara ketiga, Buleleng juga masuk nominasi dalam kategori lain yakni kategori Obyek Wisata Bersih Terpopuler yaitu Pantai Pemuteran, dan Tujuan Wisata Baru Terpopuler yaitu Kawasan Pura Batu Kursi Desa Pemuteran.

Seperti diketahui Anugerah Pesona Indonesia adalah ajang lomba pariwisata Indonesia yang berbentuk pemilihan obyek-obyek wisata di Indonesia. Cara pemilihan pemenang Anugerah Pesona Indonesia 2016 adalah dengan mengumpulkan suara dalam survei yang diselenggarakan situs ayojalanjalan.com.

Penyerahan Anugerah tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, yang diwakilkan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Uus Kuswara. Dalam penyelenggaraannya, API memberikan dampak yang positif bagi pariwisata Indone sia. Secara tidak langsung, API turut berperan dalam mempromosikan destinasi yang ada di Indonesia melalui media internet. Bahkan, penilaian ini melibatkan masyarakat umum dalam memberikan pilihan dengan periode pemungutan suara (voting) yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan 31 Oktober 2017.

Penghargaan tingkat nasional ini diterima langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST didampingi Kepala Dinas Pariwisata Ir. I Nyoman Sutrisna,MM., dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Buleleng Drs. Made Supartawan,MM.

Sekretaris Kemenpar RI, Uus Kuswara, mengatakan penyelenggaraan API diharapkan menjadi kalibrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dengan standar nasional bahkan dunia.

“Diharapkan event ini menjadi konfidensial sehingga dapat menciptakan pengakuan dari seluruh lapisan masyarakat terhadap sektor pariwisata,” kata Uus Kuswara. Uus Kuswara juga berharap kepada seluruh daerah, dengan adanya anugerah API itu, dapat semakin giat bersemangat dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST saat ditemui usai menerima penghargaan mengatakan, Penghargaan ini merupakan hasil jerih payah Pemkab Buleleng dalam meningkatkan sektor Pariwisata di Kabupaten Buleleng. Bupati Suradnyana menambahkan, penghargaan ini juga merupakan jawaban dari pertanyaan masyarakat yang mempertanyakan keberadaan Bulfest.

“Walaupun kita cuma meraih juara 3 tapi ini menandakan Bulfest sudah berada pada jalur yang benar untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata kita. Tentu bukan hanya Bulfest yang kita miliki, ada beberapa event yang kita rancang tentunya untuk promosi daerah kita. Harapan kita hal ini bisa memberikan ruang-ruang investasi dan memberikan kesejahteraan untuk masyarakat Buleleng,” pungkas Bupati Suradnyana.

Pada hari yang sama, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pariwisata mendapatkan penghargaan Tri Hita Karana dalam ajang Malam Anugerah Tri Hita K arana (THK) Award 2017 yang di selenggarakan di Gedung Kesirarnawa Art Centre Denpasar, Sabtu (25/11). THK Awards 2017 merupakan penghargaan bagi berbagai instansi yang telah mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan.

Ketua Tri Hita Karana Awards & Accreditation, Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana mengatakan, malam penganugerahan THK Award 2017 adalah sebuah apresiasi yang tinggi bagi mereka yang telah meng-implementasikan konsep Tri Hita Karana di lingkungan manajemen mereka.

Program Tri Hita Karana Awards & Accreditation sejak tahun 2000 hingga saat ini rutin dilakukan. Ada sebanyak 325 hotel yang telah diakreditasi sejak tahun 2000. Tahun ini jumlah penerima penghargaan THK Award 2017 sebanyak 150 hotel dan instansi.

Kepala Dinas Pariwisata Ir. I Nyoman Sutrisna,MM mengatakan, Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng selalu menerapkan Tri Hita Karana dalam kesehariannya. Sutrisna menambahkan, Dinas Pariwisata memiliki konsep 5-3-3-1 yang artinya menerapkan Panca Sradha, Tri Hita Karana, Tri Kaya Parisuda, dan Tat Twam Asi.

“Konsep 5-3-3-1 ini yang menjadikan kami di Dinas Pariwisata bisa meraih penghargaan. Saya berharap konsep 5-3-3-1 ini bisa dijalankan dengan baik oleh karyawan di Dinas Pariwisata secara berkelanjutan,” ujarnya.

(bx/dik/yes/JPR)

Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Tidak ada komentar