GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kalimantan Tengah Disiapkan Menjadi Lumbung Padi Organik

Kalimantan Tengah Disiapkan Menjadi Lumbung Padi Organik

Rapat Koordinasi bertemakan Membangun Padi Organik 300 Ribu Hektar di Provinsi Kalimantan Tengah (Foto: Humas Pemprov Kalteng)Palangkaraya-SuaraNusantaraDalam rangka menduk…

Kalimantan Tengah Disiapkan Menjadi Lumbung Padi Organik

Rapat Koordinasi bertemakan Membangun Padi Organik 300 Ribu Hektar di Provinsi Kalimantan Tengah (Foto: Humas Pemprov Kalteng)

Palangkaraya-SuaraNusantara

Dalam rangka mendukung program nasional di bidang pangan menuju swasembada beras dan target produksi jagung 3 sampai 4 juta ton untuk memenuhi permintaan ekspor dalam 2 tahun ke depan, Provinsi Kalimantan Tengah mencadangkan areal lahan seluas 300.000 hektar untuk pengembangan padi organik

“Pemerintah berupaya agar Kalimantan Tengah menjadi lumbung padi organik sebab dalam era modern ini beras organik sedang trend dan naik daun serta memiliki daya jual yang tinggi karena beras organik tanpa bahan kim ia,“ ujar Menteri Pertanian H. Andi Amran Sulaiman, di Palangka Raya, beberapa saat lalu.

Amran berkunjung ke Palangka Raya dalam rangka menghadiri Rapat Koordinasi bertemakan Membangun Padi Organik 300 Ribu Hektar di Provinsi Kalimantan Tengah.

Amran juga mendorong Kalimantan Tengah menjadi lumbung beras organik yang nantinya bisa diekspor keluar negeri terutama ke negara tetangga yang berbatasan dengan Indonesia. Untuk itu dia meminta Kalteng berupaya meningkatkan tiga aspek pertanian dan peternakan yaitu sapi 50.000 ton, jagung 100.000 ton dan padi 300.000 ton per-tahun. Upaya mencapai target tersebut memerlukan banyak dukungan dan bantuan dari intansi terkait.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin agar Kalteng bebas dari kemiskinan dengan mengoptimalkan pengembangan sektor pertanian dan peternakan.

“Kabupaten Pulang Pisau dan Barito Utara sebagai daerah potensial telah ditunjuk s ebagai kawasan pengembangan jagung dan ternak sapi, sedangkan Kabupaten Seruyan dijadikan tempat pengembangan perkebunan singkong seluas 80 hektar, yang saat ini masih menunggu pembebasan lahan,” katanya.

Sugianto Sabran mengharapkan semua pihak terutama Walikota dan Bupati se Kalimantan Tengah untuk mendukung program swasembada pangan nasional termasuk swasembada pangan di Kalimantan Tengah sehingga masyarakat Kalimantan Tengah bebas dari kemiskinan.

Gubernur Sugianto Sabran dalam Rapat Koordinasi dengan Menteri Pertanian juga menyampaikan beberapa kendala antara lain yang terkait lahan dan masalah perizinan perusahaan yang mau menjadi insvertor di Kalteng.

Seusai Rapat Koordinasi di Bidang Pangan dengan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah, Menteri Amran Sulaiman dan rombongan Senin siang menuju Kabupaten Pulang Pisau dan Hari Selasa dijadwalkan ke Kabupaten Barito Utara dalam rangka meninjau lokasi pengembangan lahan padi dan lahan p eternakan sapi di dua kabupaten tersebut.

Kontributor: Sumaredi

Baca Juga:

Kediaman SBY Digeruduk Orang Tak Dikenal Pengelola Kapal Zahro Express Terindikasi Langgar ... Merasa Terancam, Rizieq Belum Mau Pulang ke Indone... 16 WNI di Marawi Minta Dievakuasi Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Tidak ada komentar