GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kisah Dari Jualan Door to Door Hingga Jualan Online

Kisah Dari Jualan Door to Door Hingga Jualan Online

Kisah inspiratif memang tak ada bosannya untuk dikulik. Lewat kisah tersebut, kamu bisa mengambil berbagai pembelajaran, yang nantinya mungkin bisa menjadi inspirasi tersendiri d…

Kisah Dari Jualan Door to Door Hingga Jualan Online

Kisah inspiratif memang tak ada bosannya untuk dikulik. Lewat kisah tersebut, kamu bisa mengambil berbagai pembelajaran, yang nantinya mungkin bisa menjadi inspirasi tersendiri dalam hidupmu.Inspirasi kali ini akan datang dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

com-Ibu Sudarwati

com-Ibu Sudarwati (Foto: Coca-Cola Foundation Indonesia)
“Dulu saya hanya bisa berjualan sekitar rumah saya saja” ujar Ibu Sudarwati. Ibu Sudarwati adalah ibu rumah tangga yang ingin membantu perekonomian keluarganya dengan membuat dan berjualan keripik pisang. “Sekarang saya sudah bisa mengirim keripik pisang saya sampai ke Jakarta dan kota lainnya” ujarnya lagi bangga. Setelah belajar di perpustakaan desa Natai Baru yang merupakan mitra PerpuSeru, Ibu Sudarw ati belajar banyak mengenai labelling, packaging hingga cara berjualan on-line. “Dulu saya hanya bisa menghabiskan pisang 100 sampai 200 kg, sekarang saya bisa menghabiskan sampai 9 ton”.

com-Ibu Sulistianingsih

com-Ibu Sulistianingsih (Foto: Coca-Cola Foundation Indonesia)
Lain lagi cerita Ibu Sulastianingsih atau biasa dipanggil Ibu Sulis. Ia menderita sakit dan atas saran suaminya Ibu Sulis pergi ke perpustakaan untuk mencari informasi mengenai obat herbal. Kini selain penyakitnya berangsur sembuh, Ibu Sulis juga memiliki sebuah usaha baru. Bawang Dayak yang informasinya ia temukan di perpustakaan desa Natai Baru selain berguna untuk menyembuhkan berbagai penyakit kini juga menjadi penghasilan tambahan bagi keluarga Ibu Sulis. Karena Ibu Sulis sudah mencoba dan merasakan sendiri manfaat dari tanaman tersebut, kita ia membudidayakan Bawang Dayak untuk dijual.Bagi masyarakat di kota metropolitan, perpustakaan mungkin bukan hal yang begitu penting. Tapi bagaimana untuk saudara-saudara kita yang ada di daerah lain? Lewat program PerpuSeru, Coca-Cola Foundation Indonesia didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation terus melaksanakan dan mengembangkan program ini sejak 2011 silam.

com-PerpuSeru Pangkalan Bun

com-PerpuSeru Pangkalan Bun (Foto: Coca-Cola Foundation Indonesia)
Safwan, Sekretaris Perpustakaan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, “Perpustakaan yang sudah bermitra dengan PerpuSeru sangat banyak membantu masyarakat disekitar perpustakaan untuk mencari dan mendapatkan informasi. Informasi tersebut digunakan untuk memperbaiki kehidupan mereka baik secara ekonomi maupun dalam hal lainnya”.Titie Sadarini, Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia, yang turut serta dalam perjalanan #1000CeritaPerpuSeru ke Pangkalan Bun menambahkan “PerpuSeru selain menambahkan perangkat komputer beserta softwarenya juga melakukan pelatihan dan pendampingan intensif kepada para pengelola perpustakaan. Pelatihan dan pendampingan ini yang membuat para pengelola perpustakaan mitra perpustakaan ini menjadi lebih aktif mengajak masyarakat sekitar untuk datang dan belajar di perpustakaan”.Nah, itu dia tadi sepenggal kisah PerpuSeru dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Bagaimana, sudah menemukan inspirasimu hari ini?Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Tidak ada komentar