GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Sempat Mati Suri, Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia Bangkit Lagi

Sempat Mati Suri, Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia Bangkit Lagi

Para Sarjana Marhaenis mendeklarasikan kembalinya Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) di Yogyakarta, Sabtu (11/11/2017). Foto Gani S/ NusantaraNewsNusantaraNews.co…

Sempat Mati Suri, Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia Bangkit Lagi

Para Sarjana Marhaenis mendeklarasikan kembalinya Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) di Yogyakarta, Sabtu (11/11/2017). Foto Gani S/ NusantaraNews
Para Sarjana Marhaenis mendeklarasikan kembalinya Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) di Yogyakarta, Sabtu (11/11/2017). Foto Gani S/ NusantaraNews

NusantaraNews.co, Yogyakarta â€" Para Sarjana Marhaenis mendeklarasikan kembalinya Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) yang telah ada sejak Tahun 1963. ISRI pertama kali diketuai oleh Roeslan Abdulgani (Menteri Koordinator Perhubungan dengan Rakyat) dan Wakil Ketua saat itu adalah Menteri Pertambangan Kabinet Amper a I yaitu Ir. Bratanata.

Kembali lahirnya ISRI dideklarasikan di Yogyakarta Sabtu 11 November 2017 lalu yang dihadiri perwakilan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI, Banten, Kalimantan Tengah, Maluku, Sumbangsel. Pembacaan Naskah Dekralasi dipimpin oleh Prof. DR. Wuryadi, MS. Berikut ini isi naskahnya:

Bahwa tujuan didirikannya Negara Republik Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dan oleh karena itu, maka kemerdekan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 serta Pancasila sebagai Dasar Negara dan suatu pedoman hidup way of life harus senantiasa dijaga dan dipertahankan dengan prinsip Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Pancasila sebagai Ideologi negara harus dijadikan dasar dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh penyelengga Negara dan digunakan rakyat sebagai tolok ukur dalam mengawal kebijakan penyelenggara Negara telah sesuaikah dengan Pancasila.

Sebagai sebuah cita-cita luhur para pendiri bangsa, maka tujuan bernegara yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut diatas merupakan suatu yang mutlak untuk terus diperjuangkan. Dan syarat pokok terwujudnya tujuan negara tersebut adalah terciptanya rakyat yang adil makmur dan persatuan nasional yang kokoh.

Didorong oleh kesadaran kolektif dan tugas sejarah yang diembannya, maka para sarjana yang berjiwa marhaenis merasa perlu membentuk sebuah wadah yang dapat mempersatukan seluruh potensi sarjana dalam barisan perjuangan bersama untuk membangun bangsa dan membawa arah intelektual kebangsaan yang berpegang pada Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Bendera Merah Pu tih, Bahasa Indonesia dengan penghormatan serta penghargaan terhadap budaya dan kearifan lokal daerah di Indonesia. Maka berkat rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, direvitalisasi sebuah wadah perjuangan bersama yang bernama Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1963 dan telah menyelenggarakan kongres I dan Seminar Pembangunan Ikatan Sardjana Rakyat Indonesia pada Tanggal 8-13 Januari 1964 di Jakarta yang mana Presiden Sukarno menyampaikan sambutan tertulis tertanggal 6 Januari 1964. Bahwa atas dasar kenyataan sejarah dan tantangan bangsa masa kini dan masa mendatang, maka disusun dan disempurnakanlah Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia pada Deklarasi Revitalisasi ISRI pada tanggal 11 November di Yogyakarta.

Adapun formatur dengan Ketua Drs. Wisnu Wardhana (Alumus UGM â€" Lembaga Kajian Startegik Marhaenis) dan Ir. Didiek Poernomo (Alumnus ITB â€" Cendikiawan Marhaenis) selaku sekertaris menyusun susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Sarjana Rakyat I ndonesia (ISRI) 2017-2020 yang merupakan pengurus pusat peralihan, dengan komposisi Ketua Dewan Penasehat Prof. Dr. Wuryadi, MS dan Sekretaris: DR. Soenarto Sardi Atmodjo, S.AP, MBA, MM, JAC, Pada Dewan Kepakaran Prof. DR. Sri Adiningsih, DR. Jan Prince Permata, DR. Pramaartha SL Pode, Prof. Setiawan Budiarta, Prof. Jim Wiryawan, DR. Cornelius Lay, DR. Pataniari Siahaan, Bambang Yudoyono dll, sedangkan Dewan Kehormatan Prof. DR. Hardjono, SH, MCL, DR. Sri Adji, TS Lingga, Dewan Penyantun Ir. Siswono Yudho Husodo, Dr. Kristiya Kartika. Adapun yang diberimandat Dewan Pengurus Nasional ISRI Ketua Umum Prof. DR.dr. Soetaryo, Sp.A(K), Wakil Ketua Umum Prof. DR. Hariyono, MPd.; Ir. Didiek Poernomo.; dr. PB. Aryatmoko.; DR. Tarto Sentono, ST. MPd. (***/Gani)

Editor: Achmad Sulaiman

Related

Komentar

Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Tidak ada komentar