Antisipasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan 2018

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Antisipasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan 2018

Berita 24 Indonesia
Selasa, 19 Desember 2017
Antisipasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan 2018

Antisipasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan 2018

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 20 Desember 2017 11:06 WIB
Antisipasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan 2018

Menteri LHK Dr. Siti Nurbaya, M.Scdi dalam acara konvensi iklim. istimerwa

INFO BISNIS - Kejadian kebakaran hutan dan lahan pada 2017 jauh menurun apabila dibandingkan dengan 2016 dan 2015 lalu. Hal ini diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan Tahun 2018 yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonom ian di Jakarta, 19 Desember 2017. Rakernas digelar sebagai evaluasi dan koordinasi pengendalian kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunla) selama 2017 serta perencanaan program pencegahan karhutbunla 2018.

Dijelaskan Menteri Siti, dari hasil pantauan untuk hotspot tahun 2017 dari deteksi Satelit NOAA 19 sampai dengan tanggal 18 Desember 2017 terdeteksi hotspot sebanyak 2.572 atau turun sebesar 33 persen dibandingkan 2016. Ia melanjutkan, untuk satelit Terra/Aqua terdeteksi hotspot sebanyak 2.411 atau turun sebesar 37,21 persen dibandingkan tahun 2016.

“Luasan kebakaran hutan dan lahan pada periode akhir Oktober 2017 sebesar 150.457 hektare, turun sebesar 94,24 persen dibandingkan 2015 dan sebesar 65,68 persen dibandingkan 2016,” ujar Siti.

Menurutnya, capaian ini tentunya tidak terlepas dari upaya bersama para pihak dalam mencegah dan mengantisipasi secara dini kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provins i dan di tingkat nasional. “ Untuk membangun sinergi mulai dari pusat hingga ke daerah dimulai dengan berbagai rapat koordinasi, melakukan aksi bersama di tingkat lapangan dan komunikasi yang lebih intensif telah memperlihatkan banyak perbaikan dalam membangun sistem pencegahan,” ujar Siti.

Dalam pembukaan acara ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution, menyampaikan, berkurangnya titik kebakaran hutan dan lahan di tahun ini selain didukung kondisi cuaca yang basah, juga didukung berbagai upaya dari semua pihak, baik pemerintah maupun swasta.

Selain dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof Dwikorita Karnawati, wakil-wakil dari Kementerian/ Lembaga Non Kementerian, wakil dari Mabes TNI dan Mabes Polri

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam pengendalian karhutla seperti penguatan regulasi; pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Karhutla di tingkat pusat maupun daerah; penguatan kapasitas SDM dan sarpras pengendalian karhutla; pengembangan sistem deteksi dan peringatan dini; patroli terpadu pencegahan; penanggulangan karhutla melalui pemadaman darat dan udara secara tanggap dan terpadu; tata kelola air di lahan gambut; serta penyuluhan/sosialisasi penyadartahuan pencegahan karhutla kepada masyarakat.

“Berbagai upaya pemerintah yang didukung oleh masyarakat ini telah memperlihatkan hasil menurunnya secara drastis intensitas terjadinya karhutla tahun 2017 dibandingkan dua tahun terakhir ini. Upaya-upaya dan capaian yang diraih ini tentunya harus berlanjut dan terus ditingkatkan sehingga kejadian karhutla di wilayah Indonesia dapat terus ditekan”, ujar Siti Nurbaya.

Sebagai langkah lanjutan untuk optimalisasi upaya pencegahan kebakar an hutan dan lahan, telah disusun Grand Design Pencegahan Kebakaran Hutan dan lahan dan SOP Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian, Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian dengan melibatkan peran akademisi serta sektor swasta.

Kedua instrumen ini menjadi sangat penting sebagai peta jalan dan pedoman pelaksanaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan berbasis program dan aksi lapangan dengan melibatkan semua pihak. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan memerlukan sinergi dari semua pihak dan harus menyentuh tapak.

Pada acara ini, turut hadir para pimpinan pemerintah daerah yang termasuk wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti Gubernur Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta para Bupati dan Walikota dari Kabupaten/Kota yang rawan karhutla di wilayah provi nsi tersebut.

Tidak ketinggalan perwakilan dari Kedutaan Besar Negara Sahabat yang menaruh perhatian besar pada isu lingkungan hidup, seperti Duta Besar Australia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Norwegia, Denmark. Lembaga internasional dan nasional juga hadir, seperti dari World Bank, UNEP, dan CIFOR. Begitu juga dari kalangan dunia usaha seperti APHI, GAPKI dan Perusahaan pemegang Ijin Usaha Kehutanan dan pemegang izin perkebunan di Indonesia.(*)

Terkait
  • BTN Berikan Akses KPR Bagi Mitra GO- JEK di Semarang

    BTN Berikan Akses KPR Bagi Mitra GO- JEK di Semarang

    17 jam lalu
  • Holcim dan Bea Cukai Musnahkan Ribuan Barang Milik Negara

    Holcim dan Bea Cukai Musnahkan Ribuan Barang Milik Negara

    19 jam lalu
  • Sumsel Raih IGA 2017

    Sumsel Raih IGA 2017

    23 jam lalu
  •   WZF Serukan Lembaga Zakat Sedunia Bantu Al Aqsha

    WZF Serukan Lembaga Zakat Sedunia Bantu Al Aqsha

    1 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Hadi Tjahjanto Ubah Sebagian Keputusan Gatot Soal Mutasi Pati TNI

    Hadi Tjahjanto Ubah Sebagian Keputusan Gatot Soal Mutasi Pati TNI

    4 jam lalu
  • Tips Ngemil Cerdas Tanpa Rasa Bersalah

    Tips Ngemil Cerdas Tanpa Rasa B ersalah

    5 jam lalu
  • Warna Warni Kebaya Iriana Jokowi

    Warna Warni Kebaya Iriana Jokowi

    5 jam lalu
  • Libur Tahun Baru, Syahrini Tolak Job Senilai 11 Bulan Kerja

    Libur Tahun Baru, Syahrini Tolak Job Senilai 11 Bulan Kerja

    5 jam lalu
  • terpopuler
  • 1

    Grand Shamaya: Hunian Nyaman dan Modern di Surabaya

  • 2

    Menteri Siti : Mari Pertahankan Reputasi Produk Perkayuan Indonesia

  • 3

    KLHK: Menjelang Akhir Tahun, Tujuh Pr ovinsi Rawan Karhutla Normal

  • 4

    Libur, Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta Sediakan Paket Keluarga

  • 5

    Konferensi Tahunan Bank Dunia, Alex Noerdin Jadi Pembicara Tamu

  • Fokus
  • PPATK Telisik Transaksi Mencurigakan 747 T, Siapa 19 Pelakunya?

    PPATK Telisik Transaksi Mencurigakan 747 T, Siapa 19 Pelakunya?

  • Ekosistem Startup di Indonesia Dianggap Tertinggal dari Singapura

    Ekosistem Startup di Indonesia Dianggap Tertinggal dari Singapura

  • KPK: Meski Ada Nama yang Raib, Dakwaan Setya Novanto Tetap Sah

    KPK: Meski Ada Nama yang Raib, Dakwaan Setya Novanto Tetap Sah

  • Koran Tempo Berikan Penghargaan Startup Pilihan 2017 Hari Ini

    Koran Tempo Berikan Penghargaan Startup Pilihan 2017 Hari Ini

  • Terkini
  • Antisipasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan 2018

    Antisipasi Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan 2018

    3 jam lalu
  • BTN Berikan Akses KPR Bagi Mitra GO- JEK di Semarang

    BTN Berikan Akses KPR Bagi Mitra GO- JEK di Semarang

    17 jam lalu
  • Holcim dan Bea Cukai Musnahkan Ribuan Barang Milik Negara

    Holcim dan Bea Cukai Musnahkan Ribuan Barang Milik Negara

    19 jam lalu
  • Sumsel Raih IGA 2017

    Sumsel Raih IGA 2017

    23 jam lalu
  •   WZF Serukan Lembaga Zakat Sedunia Bantu Al Aqsha

    WZF Serukan Lembaga Zakat Sedunia Bantu Al Aqsha

    1 hari lalu
  • Sikap Tegas Menteri Agama Menyikapi LGBT

    Sikap Tegas Menteri Agama Menyikapi LGBT

    1 hari lalu
  • Kemenag Raih Tiga Penghargaan dari    KPK

    Kemenag Raih Tiga Penghargaan dari KPK

    2 hari lalu
  • BAZNAS Ajak Gerakan Zakat Bantu Al-Aqsha

    BAZNAS Ajak Gerakan Zakat Bantu Al-Aqsha

    3 hari lalu
  • Sheila on 7 dan Slank Guncang ICE BSD

    Sheila on 7 dan Slank Guncang ICE BSD

    3 hari lalu
  • 25 Peserta TTH Masih Bertahan Demi Rumah Gratis Senilai Rp 300 Juta

    25 Peserta TTH Masih Bertahan Demi Rumah Gratis Senilai Rp 300 Juta

    3 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Pendapatan Star Wars 1977-2017, The Force Awakens Paling Laris

    Star Wars: The Last Jedi diluncurkan di ujung tahun 2017 melanjutkan prekuelnya, The Force Awakens yang rilis tahun 2015.

    Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng