Mengabdi di Tengah Hutan Kalimantan tanpa Listrik dan ...

Mengabdi di Tengah Hutan Kalimantan tanpa Listrik dan ... PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POST ...

Mengabdi di Tengah Hutan Kalimantan tanpa Listrik dan ...

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SABTU
02 DESEMBER RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 02 Desember 2017 09:32 Mengabdi di Tengah Hutan Kalimantan tanpa Listrik dan Telekomunikasi

Pengabdian Indonesia Mengajar di Perbatasan

PERPISAHAN: Para pengajar muda Indonesia ini akhirnya menyelesaikan masa tugasnya di Kabupaten Nunukan, hal itu ditandai dengan pisah sambut yang berlangsung di kantor Bupati Nunukan, Kamis (30/11) lalu. DOK PRIBADI

PROKAL.CO, Masa tugas para pengajar muda Indonesia dari program Indonesia Mengajar resmi berakhir. Apa saja kesan dan pesan mereka selama bertugas di daerah yang notabene jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Lalu apa saja pengalaman berharga yang mereka dapatkan. Penasaran, berikut ulasannya.

DIANSYAH

SENANG bercampur rasa haru, seakan menjadi gambaran perasaan yang tengah melanda para pengajar muda Indonesia. Gambaran perasaan mereka yang datang dari berbagai daerah ini terlihat, kala mereka harus meninggalkan daerah ini untuk berganti tugas dengan pengajar muda angkatan lainnya.

Air mata kesedihan dan kegembiraan itu pecah, kala beberapa pengajar muda ini mengingat masa-masa tugas mereka di beberapa daerah terpencil.

Bertemankan gelapnya malam, dengan sinar rembulan dan penerangan lampu minyak seakan masih menjadi bayang-bayang diingatan mereka kala malam hari. Senyum, tawa dan tangisan anak-anak didik mereka yang ditinggalkan, seakan menambah kesedihan mereka itu. Bayang-bayang itulah yang masih begitu jelas di benak mereka.

Ingin bertahan, tapi tugas lain menanti para pengganti mereka yang akan bertugas di lokasi mereka mengabdi. Vera, salah seorang pengajar muda yang bertugas di Kecamatan Tulin Onsoi mengatakan, setahun mengabdi di Nunukan mengajarkannya banyak hal tentang dunia pendidikan. Belum tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap, seperti halnya yang ia rasakan di kota seakan menampar dirinya.

Semangat para anak didiknya yang tak pernah surut, meski jauh dari kata cukup. Membu ktikan jika anak-anak di pedalaman memiliki nilai tambah kebanding mereka yang menikmati pendidikan di kota.

Jangankan untuk bermain games di internet, gadget saja seakan menjadi barang asing bagi mereka. Yang mereka tahu hanya permainan-permainan alam yang mengajarkan tentang kebersamaan. Pemandangan itu seakan menjadikannya kembali ke zaman di mana ia dulu bermain dengan girang bersama teman-teman kecilnya.

Lain dengan anak sekarang, yang sudah meninggalkan kebiasan-kebiasan itu. Dan lebih menghabiskan waktu bermain gadget dan nyaris lebih sedikit membaca buku atau belajar.

Pengalamannya itu seakan menjadi penyemangat baginya untuk terjun ke dunia pendidikan. Melanjutkan pendidikan, mungkin langkah itu yang akan dilakukan Vera, setelah menyelesaikan tugasnya di Indonesia Mengajar. “Insya Allah ini akan menjadi penyemangat bagi saya, untuk betul-betul terjun dan mengabdi untuk dunia pendidikan,” ujarnya.

Pihaknya p un berpesan kepada anak didiknya, untuk tidak mengurangi semangat mereka dalam mengejar cita-cita dan harus mampu membawa ketertinggalan daerah mereka kelak. Untuk pengajar muda selanjutnya, dia berpesan untuk tidak mudah menyerah dalam memberikan ilmu kepada anak-anak perbatasan yang notabene sangat membutuhkan sentuhan tangan guru muda dalam menginspirasi mereka kelak.

Monica yang bertugas di Kecamatan Lumbis Ogong punya cerita lain, daerah tempatnya mengajar jauh lebih menantang dibanding rekan-rekannya yang lain. Berada di daerah yang hanya dapat dijangkau menggunakan perahu dengan arus sungai yang deras menjadi perjalanan Monica setahun di perbatasan.

Keterbatasan guru di beberapa SD di Lumbis Ogong, memaksa dia harus berbagi tempat bersama petugas dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RIâ€"Malaysia dan guru honorer yang berasal daerah setempat.

Miris dan sedih, yah itulah kondisi yang harus diterima para anak didik di beberapa desa di Lum bis Ogong. Kondisi ruang kelas yang tidak layak dan minimnya sarana dan prasarana juga menjadi pemandangan tempat ia mengabdi.

Tantangan dia selama ini, yakni meyakinkan kepada para orangtua anak didik untuk tetap mengizinkan anaknya untuk turun sekolah. Karena, dikatakan Monica, nyaris sebagian besar anak didiknya harus ikut membantu orang tuanya bekerja dan tidak sedikit dari mereka juga yang memilih tidak melanjutkan pendidikan karena terlalu lama ditinggal gurunya.

Seperti halnya di Desa Panas, Kecamatan Lumbis Ogong, akibat minimnya infrastruktur dan sarana telekomunikasi membuat sebagian guru di desa yang berada jauh di dalam hutan Kalimantan ini, enggan bertugas dan menetap. Bahkan, tak sedikit para tenaga pengajar yang rata-rata merupakan warga asli memilih bertugas di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis yang sudah terlayani listrik serta jaringan telekomunikasi.

Monica mengungkapkan, puluhan siswa di desa itu tak bersekolah akibat ditinggal guru mereka yan g lebih memilih tinggal di kota dibanding harus kembali di tanah kelahiran mereka. SD 018 Desa Panas hanya melayani dua kelas ini, diisi 9 tenaga pengajar, 5 di antaranya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sisanya adalah tenaga honorer.

Berbeda dengan siswa di Desa Panas dan Labang yang berada tepat di hulu Sungai Malaysia ini, para siswanya masih dapat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atas bantuan suka rela dari Satgas Pamtas yang bertugas memberikan pelajaran di SD 008 Labang, dibantu dua guru yang bertugas di sekolah tersebut.

“Kita di sini, cukup miris juga yah, karena rata-rata siswa kita masih banyak yang tidak bisa membaca. Kemudian kondisi itu juga dipersulit dengan kurangnya guru yang mengajar, makanya kita berinisiatif untuk membagi tugas memberikan pelajaran setiap harinya, sehingga yang kita inginkan mereka juga bisa membaca,” pungkas Monica.

Kehadiran mereka tentu, membawa semangat baru dalam menginspirasi para anak didik di perbatas an. Pemerintah bertanggung jawab menjawab tantangan dunia pendidikan Nunukan yang masih jauh dari kata layak. Mereka bukan anak tiri negeri ini, mereka adalah masa depan bangsa dan daerah ini. Keberhasilan mereka adalah keberhasilan daerah ini. (***/eza)

BERITA TERKAIT
  • Butuh Tena ga Pendidik dan Kesehatan
  • Guru Honor Sekolah Bergaji di Bawah Rp 1 Juta
  • Peringatan Hari Guru
  • 800 Guru Kontrak Diseleksi Ulang
  • Sejumlah Profesi Jadi Guru di Kelas Inspirasi
  • Kenalkan Manfaat dan Bahaya Kelistrikan Sejak Dini
  • Kesejahteraan Guru Dipertaruhkan
  • 400 Guru PAUD dan TK Dapat Insentif Rp 980 ribu
  • Siswa Cuci Kendaraan dan Semir Sepatu Guru
  • Bupati Ajak Guru Lebih Inspiratif

BACA JUGA

Sabtu, 02 Desember 2017 10:23

BREAKING NEWS!!! Bayi Malang Tanpa Pakaian Ditemukan di Pinggir Sungai

TARAKAN - Warga Kelurahan Juata Kerikil dihebohkan dengan penemuan mayat di area jembatan tak jauh dari… Sabtu, 02 Desember 2017 09:41

PKS Optimistis Mengulangi Kemenangan

TARAKAN â€" Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menentukan pilihannya untuk memilih pasangan Sofian-Sabar… Sabtu, 02 Desember 2017 09:40

Kagum Potensi Wisata Bumi Paguntaka

TARAKAN â€" Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) serta Museum Perang Dunia II dan… Sabtu, 02 Desember 2017 09:38

Pengerjaan Molor, Studio Harus Kelar Januari

TARAKAN â€" Progres pembangunan St udio XXI masih ditunggu-tunggu masyarakat Bumi Paguntaka. Kabarnya… Sabtu, 02 Desember 2017 09:37

Beromzet Ratusan Ribu, Dua Bulan Berhasil Membeli Motor

Umumnya bola lampu yang sudah tidak lagi bisa menyala, pasti akan langsung dibuang ke tong sampah. Tetapi… Sabtu, 02 Desember 2017 09:29

Peringati Maulid Nabi, Masyarakat Pertahankan Tradisi

TARAKAN â€" 1Desember kemarin bertepatan dengan 12 Rabiul Awal dimana hari itu diperingati umat… Sabtu, 02 Desember 2017 09:28

Defisit BPJS Kesehatan Tarakan “Menyerang” Sejak 2014

TARAKAN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Tarakan tahun ini diprediksi mengalami… Sabtu, 02 Desember 2017 09:27

Program Mulai Direalisasikan Pemerintah

TARAKAN â€" Sebelumnya warga RT 18, Kelurahan Juata Permai merasa jadi anak tiri di Tarakan. Dikarenakan… Kamis, 30 November 2017 15:12

JPO Dilengkapi Solar Cell

TARAKAN â€" Proyek pengerjaan jembatan penyebrangan orang (JPO) di Jalan Yos Sudarso, tepatnya depan… Kamis, 30 November 2017 15:10

Tagih Kesepakatan Sosek Malindo 2010

TARAKAN - Kalimantan Utara khususnya Tarakan akan menjadi tuan rumah perhelatan even internasional dalam… Tahun Depan Satu Skuadron Udara Standby di Tarakan Hanya Empat Parpol yang Mendaftar Xpress Air Belum Beroperasi, Masih Menunggu Izin Rute Topang Tugas BNNP, Perbesar BNK Kabupaten Korban Tertidur, Tas Berisi Uang Disikat Kades Harus Berkoordinasi dan Berkonsultasi ALHAMDULILLAH...!! Gubernur dan Wagub Damai, Tidak Ada Lagi Perselisihan Tak Ganti Rugi, Proses Hukum Berlanjut “Pak Jokowi.. Masyarakat Tapal batas Tagih janji Nawacita” Bunga Temuan Warga Akan Diteliti
  • BREAKING NEWS!!! Bayi Malang Tanpa Pakaian Ditemukan di Pinggir Sungai
  • PKS Optimistis Mengulangi Kemenangan
  • Kagum Potensi Wisata Bumi Paguntaka
  • Pengerjaan Molor, Studio Harus Kelar Januari
  • Beromzet Ratusan Ribu, Dua Bulan Berhasil Membeli Motor
  • Butuh Tenaga Pendidik dan Kesehatan
  • Mengabdi di Tengah Hutan Kalimantan tanpa Listrik dan Telekomunikasi
  • Peringati Maulid Nabi, Masyarakat Pertahankan Tradisi
  • Defisit BPJS Kesehatan Tarakan “Menyerang” Sejak 2014
  • Program Mulai Direalisasikan Pemerintah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KA LIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Edukasi,1,Hiburan,1,Lokal,7,Nasional,1,
ltr
item
Berita 24 Kalimantan Tengah: Mengabdi di Tengah Hutan Kalimantan tanpa Listrik dan ...
Mengabdi di Tengah Hutan Kalimantan tanpa Listrik dan ...
http://images1.prokal.co/prokalco/files/logo/logopro kaltara.png
Berita 24 Kalimantan Tengah
http://www.kalteng.berita24.com/2017/12/mengabdi-di-tengah-hutan-kalimantan.html
http://www.kalteng.berita24.com/
http://www.kalteng.berita24.com/
http://www.kalteng.berita24.com/2017/12/mengabdi-di-tengah-hutan-kalimantan.html
true
1103684460222304993
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy