40 UMKM dari Kediri bersiap pameran di Sampit

Iklan Semua Halaman

Header Menu

40 UMKM dari Kediri bersiap pameran di Sampit

Berita 24 Indonesia
Senin, 23 April 2018
40 UMKM dari Kediri bersiap pameran di Sampit

Sampit (Antaranews Kalteng) - Sebanyak 40 peserta pameran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur, telah bersiap di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Kotawaringin Timur, Susilo di Sampit, Senin mengatakan, pameran UMKM yang akan digelar mulai 25 April di Citimall Sampit tersebut adalah hasil kerja sama antara Kadin Kotawaringin Timur dengan Pemerintah Kabupaten Kediri.
"Pameran itu nantinya sebagai ajang promosi produk unggulan UMKM. Dan dengan adanya promosi itu diharapkan mampu meningkatkan penjualan," tambahnya.
Pameran produk UMKM tersebut nantinya akan dihadiri langsung Bupati dan Kadin Kediri, serta akan dibuka oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.
Menurut Susilo, pihak Kadin Kediri nantinya juga akan membawa dan memasarkan produk unggulan UMKM mulai dari keraj inan tangan, kuliner hingga fashion.
"Kita berharap melalui evenT ini UMKM dari kedua kabupaten bisa bersinergi dan memperluas pangsa pasar," terangnya.
Susilo berharap dengan adanya pameran itu bisa memberikan pengalaman pelaku UMKM Kotawaringin Timur karena UMKM Kediri pada umumnya adalah UMKM yang sudah mandiri dan sering mengikuti pameran di tingkat nasional maupun internasional.
"Promosi produk unggalan sangat penting agar bisa lebih lebih dikenal secara luas. Selain itu mengikuti pameran juga untuk memperluas jaringan," tegasnya.
Lebih lanjut Susilo mengatakan, selain perlunya promosi, untuk menumbuh kembangkan UMKM juga dibutuhkan kepedulian pemerintah daerah memberikan pembinaan agar bisa tumbuh mandiri.
"UMKM di Kotawaringin Timur berpotensi untuk berkembang asalkan ada pembinaan dari pemerintah daerah, terutama dalam promosi dan pemasaran produk," ucapnya.
Selain promosi produk, UMKM di Kotawaringin Timur juga perlu dib erikan pembinaan administrasi dan kemudahan akses dalam mendapatkan permodalan dari perbankan.Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng