GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

IKWI Kalteng Soroti Minimnya Peran Perempuan Dalam ...

IKWI Kalteng Soroti Minimnya Peran Perempuan Dalam ...

Seputar Kalteng IKWI Kalteng Soroti Minimnya Peran Perempuan Dalam Pembangunan - Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalte…

IKWI Kalteng Soroti Minimnya Peran Perempuan Dalam ...

Seputar Kalteng

IKWI Kalteng Soroti Minimnya Peran Perempuan Dalam Pembangunan

- Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Hj Masriah Sutransyah, Rabu (18/4/2018)

IKWI Kalteng Soroti Minimnya Peran Perempuan Dalam PembangunanTRIBUNKALTENG.com/faturahmanKetua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Hj Masriah Sutransyah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Hj Masriah Sutransyah, Rabu (18/4/2018) menjelang peringatan Hari Kartini, 21 April 2018, menyoroti masih minimnya peranan perempu an dalam ikut membangun bangsa.

Padahal, kesetaraan kaum perempuan terhadap laki-laki di segala lini kehidupan berbangsa dan bernegara telah diperjuangkan sejak era Kartini, hampir seabad silam.

Perjuangan tersebut telah membuka kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Sayangnya, kesempatan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh kaum hawa sehingga perlu ditingkatkan lagi.

Baca: Digantung pada 2006, Misteri Saddam Hussein Masih Terus Hidup, Beredar Video Jasadnya Masih Utuh

Baca: Pembunuh Terapis Cantik Ini Ternyata Tukang Parkir, Alasan Membunuhnya Pun Mengejutkan

Baca: Wow! THR Juga Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan Tahun Ini Lebih Besar, Simak Jumlahnya

Dia menyebut, belum maksimalnya partisipasi kaum perempuan dalam pembangunan itu tergambar dari keterlibatan insan perempuan di berbagai kelembagaan yang ada di negeri ini.

Dalam penerimaan anggota Komis i Pemilihan Umum (KPU) di empat kabupaten se-Kalteng yang saat ini proses seleksinya masih berjalan, kuota keanggotaan 30 persen kaum perempuan hanya sekitar 20 persen saja.

Panitia seleksi menyebut, alasan utama kaum perempuan lokal belum berani masuk sebagai komisioner KPU karena tugas mengurus pemilu ini akan menyita banyak waktu.

Sedangkan, ibu rumah tangga, tentu kaum perempuan punya tanggung jawab sendiri yang tak mungkin ditinggalkan, yakni mengurus rumah tangga.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Fathurahman Editor: Ernawati Sumber: Tribun Kalteng Ikuti kami di Pengakuan Pasutri Pelaku Pesta Seks dan Bertukar Pasangan di Surabaya yang Digerebek Polisi Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Tidak ada komentar