GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Tokoh Kalteng ajak masyarakat jangan mudah terprovokasi

Tokoh Kalteng ajak masyarakat jangan mudah terprovokasi

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Tokoh Kalimantan Tengah, Sabran Ahmad mengajak masyarakat tidak mudah terpovokasi isu-isu yang dapat berdampak pada terganggunya ketenter…

Tokoh Kalteng ajak masyarakat jangan mudah terprovokasi

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Tokoh Kalimantan Tengah, Sabran Ahmad mengajak masyarakat tidak mudah terpovokasi isu-isu yang dapat berdampak pada terganggunya ketenteraman, kerukunan, dan kedamaian di provinsi setempat.
"Kami ajak agar masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi isu yang berkembang. Masyarakat juga harus bijak dalam menyikapi setiap isu," kata Sabran Ahmad, pria yang pernah menjadi Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini, di Palangka Raya, Jumat.
Dia mencontohkan bahwa salah satu isu yang saat ini cukup ramai diperbincangkan masyarakat ialah isu puisi yang beberapa lalu di bacakan Sukmawati.
"Saya rasa masyarakat Kalimantan Tengah tidak perlu ikut campur dengan kejadian itu. Lebih baik kita fokus menjaga Kalteng untuk tetap kondusif dan aman," kata Sabran.
Apalagi, lanjut dia, saat ini Kalteng memasuki tahun politik yang juga berpotensi terjadi ge sekan antarmasyarakat.
"Untuk itu saya mengajak masyarakat di Kalimantan Tengah memperkokoh dan menegakkan falsafah `Huma Betang` yang menjadi bagian hidup masyarakat Kalteng terutama masyarakat Dayak," kata Sabran Ahmad.
Huma Betang dalam bahasa Indonesia disebut rumah panjang yang merupakan rumah tradisional Suku Dayak.
Huma Betang bukan sekadar bangunan untuk tempat tinggal, melainkan merupakan cerminan dan simbol kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari suku Dayak di tengah keberagaman yang ada.
"Kita yang ada di Kalteng wajib menjaga dan menegakkan falsafah `Huma Betang`. Jangan sampai warisan luhur nenek moyang yang berhasil menyatukan perbedaan ini tergerus dan lekang oleh isu-isu yang disebar oknum tak bertanggung jawab," katanya.
Dia pun mengajak masyarakat kalimantan Tengah selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat seperti yang pernah dilakukan antara suku-suku dayak Kalteng pada acara rapat damai Tumban Anoi.
Sebelumnya, Wali K ota Palangka Raya, Provinsi Kalteng Dr HM Riban Satia juga mengajak warganya selalu menjaga keharmonisan, kerukunan, toleransi dan rasa hormat antarmasyarakat.
"Kami mengajak seluruh warga meningkatkan persaudaraan, persatuan dan kesatuan sebagai upaya menegakkan nilai-nilai falsafah `huma betang`," kata Riban.Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Tidak ada komentar