www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 09.30

Badan Informasi Geospasial Mulai Kaji Kemungkinan Kalimantan ...

Badan Informasi Geospasial Mulai Kaji Kemungkinan Kalimantan Tengah Jadi Ibukota Indonesia

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan saat ini pihaknya sedang masuk pada tahap pembahasan fokus pada lokasi perpindahan Ibu Kota.

Badan Informasi Geospasial Mulai Kaji Kemungkinan Kalimantan Tengah Jadi Ibukota IndonesiayoutubePalangkaraya, ibukota Kalimantan Tengah

TRIBUNBATAM, PALANGKARAYA - Badan Informasi Geospasial mulai Juli hingga Desember 2018 melakukan pemetaan lahan di Kalimantan Tengah, salah satu provinsi alternatif lokasi ibu kota Negara Indonesia yang akan dipindahkan dari DKI Jakarta.

Mengutip Antaranews, Sabtu (14/7/2018), P ejabat Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri mengatakan pemetaan ini diketahui setelah BIG melapor dan meminta data lahan mana saja yang dipersiapkan untuk menjadi lokasi ibu kota Negara Indonesia.

"Hasil dari pemetaan tersebut akan menjadi prioritas pembangunan nasional di Provinsi Kalteng. BIG melakukan pemetaan karena memang diminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)," ucapnya, Jumat (13/7/2018).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng ini menyebut, adanya pemetaan tersebut membuktikan bahwa Pemerintah pusat telah mempersiapkan berbagai langkah terkait wacana perpindahan ibu kota Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada awal tahun ini mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang masuk pada tahap pembahasan fokus pada lokasi untuk rencana perpindahan Ibu Kota.

Dari perkembangan sebelumnya, Bambang menyebut hampir merampungkan kajian rencana tersebut untuk diperlihatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Lagi membahas mengenai kriteria lokasi dan kandidat lokasi," kata Bambang saat ditemui di kantornya, Selasa (9/1/2018).

Bambang menjelaskan, dia belum bisa menyebutkan lokasi mana saja yang tengah dibahas untuk dijadikan Ibu Kota nantinya.

Namun, yang pasti rencana tersebut terus berjalan dan kini beberapa kandidat tempat untuk pemindahan Ibu Kota dari DKI Jakarta sedang dibahas secara keseluruhan.

Ketika ditanya soal kemungkinan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang akan dijadikan lokasi Ibu Kota baru, Bambang belum memastikan hal tersebut. (kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Badan Informasi Geospasial Mulai Petakan Lokasi Alternatif Ibu Kota Negara"

Editor: Sr i Murni Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Baku Tembak di Jalan Kaliurang, 3 Terduga Teroris Tewas, 2 Polisi Terluka Sumber: Berita Kalimantan Tengah

thumbnail

Posted by On 04.10

Perhutanan Sosial, Akankah Meningkatkan Kesejahteraan ...

Hutan

Perhutanan Sosial, Akankah Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat? oleh Yusie Mary [Palangkaraya] di 14 July 2018

Kategori

Hutan

  • Perhutanan Sosial, Akankah Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat?
  • Pemerintah Ambil Alih 51% Saham Freeport, Akankah jadi Kabar Baik bagi Lingkungan dan Orang Papua?
  • Tak Perlu UU Perkelapasawitan, Koalisi: Maksimalkan UU Perkebunan
Hutan More articles

Laut

  • Begini Penampakan Kelinci Laut yang Fotogenik dan Lucu
  • Kepala Daerah Baru, Masyarakat Pesisir Harus Sejahtera
  • Dengan Teknologi Ini, Menelusuri Asal Ikan jadi Lebih Mudah
Laut More articles

Flora fauna

  • Begini Penampakan Kelinci Laut yang Fotogenik dan Lucu
  • Bayi Kembar Orangutan Tapanuli Terpantau di Ekosistem Batang Toru
  • Ekspedisi Harimau Jawa, Pencarian Tanpa Lelah Karnivora yang Dinyatakan Punah
Flora fauna More articles

Travel

  • Cerita Namu, Dulu Desa Pengebom Ikan Kini Surga Keindahan Alam
  • Gurihnya Menu Laut di Tepi Pantai Nipah Lombok Utara
  • Begini Cara Unik Desa Pengotan Melestarikan Hutannya
Travel More articles

Energi

  • Para Ilmuan Dunia Kirim Surat ke Jokowi Khawatirkan Pembangunan PLTA Batang Toru
  • Dorong Pengembangan Listrik Surya Atap, Berikut Ini Masukan kepada Pemerintah
  • Menyoal Listrik Sampah: Amankah bagi Lingkungan dan Kesehatan?
Energi More articles

Sosial

  • Kemarau Datang, Air Telaga Ja di Andalan
  • Kepala Daerah Baru, Masyarakat Pesisir Harus Sejahtera
  • Mengenal Potensi dan Belajar Mitigasi Bencana di Kaki Gunung Agung. Bagaimana itu?
Sosial More articles

Urban

  • Kemarau Datang, Air Telaga Jadi Andalan
  • Air Bersih dan Sampah Plastik, Dua Persoalan Lingkungan yang Harus Diperhatikan
  • Mengenal Potensi dan Belajar Mitigasi Bencana di Kaki Gunung Agung. Bagaimana itu?
Urban More articles

Opini

  • Pengakuan Bersyarat Hambat Implementasi Hutan Adat
  • Opini: Menagih Janji Perlindungan Hutan Adat
  • Menelisik Jejak Plastik di Samudera Kini
Opini More articles

Popular

  • Sulit Ditemukan, Kura-kura Leher Ular Rote Menuju Kepunahan?
  • Arkeolog Menemukan Kerangka Satwa Punah di Makam Kuno Cina
  • Satu per Satu Pohon Baobab Purba Mati, Ilmuwan Belum Tahu Penyebabnya
Popular More articlesSumber: Berita Kalimantan Tengah

thumbnail

Posted by On 21.30

Heboh, Pengantin di Kalimantan Tengah Berusia 14 dan 15 Tahun

AKURAT.CO, Meski sudah memasuki abad 21, pernikahan di bawah umur masing sering terjadi di Indonesia. Setelah beberapa waktu lalu, dua sejoli anak SMP ngotot menikah, kini kejadian serupa dikabarkan terjadi lagi di Tungkap, Binuang, Kalimantan Selatan.

Dilansir Akurat.co dari akun Instagram putra_indonesia97, Jumat (13/7), mempelai yang tak diungkap identitasnya tersebut wanitanya berusia 15 tahun sedangkan si pengantin pria berusia setahun lebih muda.

dini . Instagram/putra_indonesia97

"Infonya perkawianan kanakan lakiannya 14 tahun biniannya 15tahun nikah. pertama kali ketemu dipasar malam . tp bagus bnr mun nikah dripd pcrn nambahi dosa. semoga bahagia di panjangkan jodohnya di mudahkan segala urusanya," tulis akun tersebut.

Seminggu Menikah, Ini Aksi Jahil Adzana Bing Slamet ke Suami

Sudah Empat Kali Berumah Tangga, Elly Sugigi Baru Tahu Arti Cincin Nikah

Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara Akan Menikah pada 15 Juli 2018?

Banyak warganet yang menuliskan komentar miris terhadap kejadian tersebut. Usia yang masih terlampau muda menjadi alasannya. Namun, banyak juga yang memberikan dukungan terhadap pernikahan mereka.

"Bocah kecil aja, udah berani ambil keputusan.. Masa yang dewasa kalah," komentar Nurul.' "Lebih baik nikah muda dripada pacaran bergaul bebas ," tambah pengguna akun Adhie.

Menurut undang-undang yang berlaku di Indonesia, usia minimal untuk menikah adalah 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk lelaki. Namun ada dispensasi berdasarkan keputusan Pengadilan Ag ama bagi yang ingin menikah dibawah usia tersebut. []

Sumber: Berita Kalimantan Tengah

thumbnail

Posted by On 21.29

Gempa Kalimantan Tengah Muncul di Zona Tak Lazim

Gempa Kalimantan Tengah Muncul di Zona Tak Lazim Reporter:

Anwar Siswadi (Kontributor)

Editor:

Erwin Prima

Sabtu, 14 Juli 2018 09:50 WIB
Ilustrasi gempa. geo.tv

Ilustrasi gempa. geo.tv

TEMPO.CO, Bandung - Gempa yang terasa kuat di Kalimantan Tengah, Kamis lalu, menarik perhatian. Tidak saja terkait dengan anggapan awam bahwa Kalimantan aman dari ancaman gempa, lindu yang terjadi juga ternyata berada di zona tak lazim. Dalam ilmu gempa bumi (seismologi), lindu ini disebut sebagai gempa latar belakang (background earthquake).

Baca:
Peristiwa Langka, Gempa Guncang Katingan, Kalimantan Tengah
Ahli ITB: Letusan Gunung Agung Bali Terkait dengan Gempa Tektonik

Gempa tektonik tersebut mengejutkan warga di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa yang terjadi pukul 13.43 WIB itu bermagnitudo 4,2.

Episenter atau titik sumber gempa terletak pada koordinat 1.87 lintang selatan dan 113.43 bujur timur. Lokasi tepatnya berada di darat berjarak sekitar 70 kilometer arah barat laut Palangkaraya. Kedalaman sumber gempanya tergolong dangkal, yaitu 5 kilometer.

Guncangan kuat terasa di daerah Katingan, Kasongan, Batutinggi, dan Bengkuang dengan skala intensitas III-IV MMI. Sebagian warga dilaporkan berhamburan lari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. "Gempa ini merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar lokal," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono.

Gempa latar belakang diartikan sebagai aktivitas gempa terjadi di zona yang tidak memiliki sumber pembangkit gempa atau seismogenik. Gempa yang terjadi di Kasongan, kata Daryono, tidak lazim karena sumber gempanya bukan zona subduksi atau penunjaman lempeng benua. Pun bukan sesar atau patahan yang sudah terpetakan dan dikenali sebelumnya.

Pemicu gempa ini akibat adanya proses penyesaran batuan (faulting) yang terjadi pada kerak dangkal (shallow crustal). "Medan tegangan (stress) pemicu gempa ini bisa jadi sudah terakumulasi sejak sangat lama, yang terbangun sejak ribuan atau bahkan jutaan tahun lalu," kata Daryono lewat keterangan tertulis, Jumat malam, 13 Juli 2018.

Catatan seismogram gempa lokal di Kasongan ini tidak banyak, tapi hanya bersumber dari sebuah alat pencatat gempa. Jumlah sensor ge mpa di Kalimantan, kata Daryono, tidak sebanyak di Pulau Jawa dan Sumatera, yang lebih kerap terjadi gempa.

BMKG membantah gempa Kasongan ini merupakan gempa yang pertama terjadi di Kalimantan Tengah. Sebelumnya, gempa dangkal dan lokal serupa terjadi pada 6 Juli 2016, yaitu gempa Buntok di Kalimantan Tengah dengan magnitudo 4,5.

Lihat Juga


Terkait
  • Gempa di Meksiko Ungkap Kuil Aztec Berusia Ribuan Tahun

    Gempa di Meksiko Ungkap Kuil Aztec Berusia Ribuan Tahun

    5 jam lalu
  • Peristiwa Langka, Gempa Guncang Katingan, Kalimantan Tengah

    Peristiwa Langka, Gempa Guncang Katingan, Kalimantan Tengah

    1 hari lalu
  • Gempa 5,2 SR di Gorontalo Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa 5,2 SR di Gorontalo Tidak Berpotensi Tsunami

    3 hari lalu
  • Gempa Bermagnitudo 5,2 Muncul dari Bawah Danau Toba

    Gempa Bermagnitudo 5,2 Muncul dari Bawah Danau Toba

    4 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Xiaomi Mi A2 akan Dirilis Secara Global, Ini Jadwalnya

    Xiaomi Mi A2 akan Dirilis Secara Global, Ini Jadwalnya

    19 jam lalu
  • Ini Pemenang Festival Animasi Komputer SIGGRAPH 2018

    Ini Pemenang Festival Animasi Komputer SIGGRAPH 2018

    21 jam lalu
  • DVD Kartun Gravity Falls Dirilis, akan Ungkap Banyak Misteri

    DVD Kartun Gravity Falls Dirilis, akan Ungkap Banyak Misteri

    22 jam lalu
  • Masuk Daftar TENAA, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy Note 9

    Masuk Daftar TENAA, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy Note 9

    1 hari lalu
  • Foto
  • Canggihnya Robot Pembuat Pizza yang Dipamerkan di Paris

    Canggihnya Robot Pembuat Pizza yang Dipamerkan di Paris

    16 hari lalu
  • Gunakan BBM Limbah Plastik, Dimas Kendarai Vespa Sejauh 1.200 Km

    Gunakan BBM Limbah Plastik, Dimas Kendarai Vespa Sejauh 1.200 Km

    53 hari lalu
  • KRI Ardadedali-404, Kapal Selam Keempat yang Dimiliki TNI AL

    KRI Ardadedali-404, Kapal Selam Keempat yang Dimiliki TNI AL

    57 hari lalu
  • Intip Memphis Belle, Bomber PD II saat Dipamerkan Pertama Kalinya

    Intip Memphis Belle, Bomber PD II saat Dipamerkan Pertama Kalinya

    57 hari lalu
  • Video
  • Viral, Bun Upas, Fenomena Embun Jadi Es di Dieng

    Viral, Bun Upas, Fenomena Embun Jadi Es di Dieng

    6 hari lalu
  • Ditemukan Macan Tutul Liar di Hutan Cina

    Ditemukan Macan Tutul Liar di Hutan Cina

    18 hari lalu
  • Kereta Fuxing Siap Beroperasi di Beijing - Shanghai

    Kereta Fuxing Siap Beroperasi di Beijing - Shanghai

    31 hari lalu
  • Begini Satelit Meteorologi Cina Mengorbit Bumi

    Begini Satelit Meteorologi Cina Mengorbit Bumi

    37 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Robot ROV Bawah Air Milik BPPT Berhasil Diangkat dari Danau Toba

  • 2

    Buntut Skandal Data Bocor, Inggris Denda Facebook Rp 9,5 M

  • 3

    Mau Lihat Final Piala Dunia 2018 dari Smartphone? Ini Aplikasinya

  • 4

    Ini 15 Kombinasi Tombol Rahasia PUBG yang Wajib Anda Tahu

  • 5

    Perusahaan Asal Prancis Bikin Kereta Terbang, Begini Bentuknya

  • Fokus
  • DKI Kebut Bereskan Trotoar S   ebelum Asian Games 2018, Bisakah?

    DKI Kebut Bereskan Trotoar Sebelum Asian Games 2018, Bisakah?

  • Negosiasi Panjang Freeport, RI Akhirnya Kuasai 51 Persen Saham

    Negosiasi Panjang Freeport, RI Akhirnya Kuasai 51 Persen Saham

  • Pemerintah Cari Celah Keuntungan Perang Dagang Amerika - Cina

    Pemerintah Cari Celah Keuntungan Perang Dagang Amerika - Cina

  • Kecam Duterte, Gereja Katolik Serukan Berdoa dan Berpuasa 3 Hari

    Kecam Duterte, Gereja Katolik Serukan Berdoa dan Berpuasa 3 Hari

  • Terkini
  • Baru Rilis 2 Bulan, Huawei Honor 10 Sudah Ludes 3 Juta Unit

    Baru Rilis 2 Bulan, Huawei Honor 10 Sudah Ludes 3 Juta Unit

    3 jam lalu
  • Fitur Ganjil Genap di Waze: Begini Kritikan Netizen

    Fitur Ganjil Genap di Waze: Begini Kritikan Netizen

    4 jam lalu
  • Warga Jakarta Soal Fitur Ganjil Genap di Waze: Keren!

    Warga Jakarta Soal Fitur Ganjil Genap di Waze: Keren!

    4 jam lalu
  • Ilmuwan Temukan Partikel Hantu Neutrino di Antartika

    Ilmuwan Temukan Partikel Hantu Neutrino di Antartika

    5 jam lalu
  • Jadi Juara Nasional, Tim RISE UI akan Bersaing di Asia Pasifik

    Jadi Juara Nasional, Tim RISE UI akan Bersaing di Asia Pasifik

    5 jam lalu
  • Robot ROV Bawah Air Milik BPPT Berhasil Diangkat dari Danau Toba

    Robot ROV Bawah Air Milik BPPT Berhasil Diangkat dari Danau Toba

    15 jam lalu
  • Perusahaan Asal Prancis Bikin Kereta Terbang, Begini Bentuknya

    Perusahaan Asal Prancis Bikin Kereta Terbang, Begini Bentuknya

    15 jam lalu
  • Ini 15 Kombinasi Tombol Rahasia PUBG yang Wajib Anda Tahu

    Ini 15 Kombinasi Tombol Rahasia PUBG yang Wajib Anda Tahu

    16 jam lalu
  • Mau Lihat Final P   iala Dunia 2018 dari Smartphone? Ini Aplikasinya

    Mau Lihat Final Piala Dunia 2018 dari Smartphone? Ini Aplikasinya

    19 jam lalu
  • Buntut Skandal Data Bocor, Inggris Denda Facebook Rp 9,5 M

    Buntut Skandal Data Bocor, Inggris Denda Facebook Rp 9,5 M

    21 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Jadwal Pertandingan Final Piala Dunia 2018 Prancis dan Krosia

    Setelah 62 pertandingan dan 161 gol, tiba saatnya perebutan tempat ketiga dan pertandingan Final Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Prancis.

    Sumber: Berita Kalimantan Tengah

    no image

    Posted by On 18.18

    Penyebab Gempa Bumi di Katingan Kalimantan Tengah Versi BMKG

    Meskipun pulau Kalimantan dikenal aman, namun gempa pernah terjadi di Kalteng khususnya Muara Teweh pada Lebaran 2016 lalu.tirto.id - Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) diguncang gempa bumi pada Kamis (12/7/2018). Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang disebut-sebut sebagai gempa pertama di Kalteng itu disebabkan oleh aktivitas sesar lokal.
    "Gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," kata Kepala Bagian Humas BMKG Hary T Djatmiko, Jumat (13/7/2018).
    Berdasarkan keterangan, gempa itu berpusat di Lintang Selatan (LS) dan 113.43 Bujur Timur (BT) tepatnya di 70 km Barat Laut Palangkaraya, pada kedalaman 5,0 km.
    Kepala BMKG Barito Utara, Juli Budi Kisworo di Muara Teweh, Kamis (12/7), mengatakan guncangan gempa juga dirasakan di daerah Katingan dan Kasongan dalam skala intensitas IISIG BMKG atau (I II-IV MMI).
    "Di daerah ini guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh banyak orang atau beberapa orang, bahkan beberapa warga ada yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri," kata dia.
    Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
    "Terkait dengan peristiwa gempa bumi tektonik itu, hingga laporan ini disusun pada pukul 17.00 WIB belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG," kata Juli.
    Juli mengatakan, meskipun pulau Kalimantan dikenal aman dari gempa dan tsunami, namun peristiwa langka ini pernah terjadi di Kalteng khususnya Muara Teweh pada Lebaran 2016 lalu.
    "Gempa bumi bertepatan hari Lebaran atau 6 Juli 2016 kemungkinan gempa lokal yang hanya dirasakan penduduk setempat. Titik koordinatnya pada 1,43 Lintang Selatan dan 115,14 Bujur Timur," ka ta dia.
    Baca juga:

    • Gempa Bumi di Katingan Kalteng Termasuk Peristiwa Langka
    • Gempa Bumi Pertama di Katingan Kalteng Masih Diselidiki BMKG

    Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
    Subscribe NowSumber: Berita Kalimantan Tengah