www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Polisi Didesak Usut Kasus Penembakan Petani di Kalteng

Posted by On 15.15

Polisi Didesak Usut Kasus Penembakan Petani di Kalteng

Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendesak Kepolisian Republik Indonesia mengusut tindak kekerasan dan penembakan terhadap dua petani yang terjadi di area perkebunan kelapa sawit PT Bumi Sawit Kencana, Kecamatan Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (18/12/2017) lalu.
Penembakan petani bernama Agus dan Abu Saman ini dilakukan oleh aparat keamanan di lokasi konsesi anak perusahaan Wilmar Group itu.

Baca Juga
  • Ketua Umum ICMI Ajak Muslim Tampilkan Islam Secara Ramah

  • Kapolda Jabar: Kriminalitas Menurun di Malam Natal

  • Anies Ucapkan Selamat Natal: Jakarta Milik Semuanya

Direktur Wa lhi Kalimantan Tengah, Dimas Hartono, melalui siaran persnya yang diterima Minggu (24/12), mengatakan bahwa tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap warga bukan pertama kali ini terjadi. Tindak kekerasan sebelumnya juga pernah dilakukan oleh aparat keamanan dan pengamanan PT BSK.
Menurut dia, berulangnya peristiwa bentrokan yang terjadi sebagai buntut dari perampasan tanah dan konflik agraria. "Bukannya menyelesaikan konflik agraria yang terjadi, aparat keamanan justru menggunakan pendekatan kekerasan dan keamanan untuk menyelesaikan konflik," kata Dimas.
Walhi pun mengutuk kekerasan itu, serta mendesak Polri mengusut dan memberikan sanksi hukum yang tegas kepada aparat yang melakukan penembakan tersebut.
Dimas mengatakan, masifnya tindak kekerasan, kriminalisasi dan konflik tenurial yang terus terjadi, yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam upaya melindungi investasi di Kalimantan Tengah, menjelaskan bahwa investasi yang dijalankan di K alimantan Tengah, khususnya perkebunan sawit, adalah keliru dalam proses pemberian izin.
"Sudah saatnya pemerintah melakukan evaluasi semua perizinan di Kalteng, menyelesaikan sengketa tenurial antara masyarakat dengan perusahaan, dan menindak tegas perusahaan-perusahaan yang melakukan praktik buruk dan berbagai pelanggaran hukum dan perundang-undangan, hingga pencabutan izinnya," kata Dimas. [Antara]counter loading... loading...
  • Penembakan Debt Collector, Polisi Temukan Satu Proyektil Peluru

  • 1 Dekade Tagih Janji Supremasi Hukum!

  • Mati saat Lindungi Pria Tua, ABG Muslim Jadi Pahlawan di Kanada

  • Genjot Swasembada Pangan, Kementan Lakukan Pendampingan ke Petani

  • Petani Terdampak Banjir, Kementan Beri Ganti Rugi Lewat Asuransi

  • Rektor IPB Arif Satria: Petani di Era Generasi Millennial

Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »