www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Indonesia dan Malaysia Bentuk Task Force Pembangunan ...

Posted by On 09.10

Indonesia dan Malaysia Bentuk Task Force Pembangunan ...

Indonesia dan Malaysia Bentuk Task Force Pembangunan Perbatasan Oleh:

Tempo.co

Kamis, 4 Januari 2018 15:55 WIB
Indonesia dan Malaysia Bentuk Task Force Pembangunan Perbatasan

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) bersama Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia bersepakat membentuk task force bersama untuk mempercepat pembangunan wilayah perbatasan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan tersebut. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)

< strong>INFO NASIONAL - Pemerintah Indonesia dan Malaysia terus meningkatkan kerja sama bilateral dalam pembangunan kawasan perdesaan. Baru-baru ini, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia bersepakat membentuk task force bersama, untuk mempercepat pembangunan wilayah perbatasan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan tersebut.

“Kami bersepakat untuk meningkatkan kerja sama pembangunan antardua negara terutama pembangunan di kawasan perbatasan, baik terkait dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga perbatasan maupun pengembangan kapasitas SDM-nya. Nanti akan ada task force bersama agar kerja sama tersebut bisa segera terealisasi di lapangan,” ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat menerima kunjungan Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia, Dato’ Sri Ismail Sabri Bin Yaakob, d i kantor Kementerian Desa, Kalibata, Jakarta, Kamis, 4 Januari 2018.

Kunjungan Dato Sri ini merupakan kunjungan balasan setelah Menteri Eko melakukan muhibah ke Malaysia beberapa waktu lalu. Ikut dalam rombongan Dato Sri beberapa pejabat dan pengusaha Malaysia. Sementara Menteri Eko didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Anwar Sanusi beserta jajaran eselon I.

Eko menjelaskan kerja sama pembangunan kawasan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia akan fokus pada pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan. Nantinya, di desa-desa di wilayah perbatasan kedua negara akan dikembangkan berbagai produk unggulan yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing. Desa-desa perbatasan di wilayah Indonesia misalnya akan mengembangkan berbagai komoditas unggulan, seperti jagung dan karet.

“Di kawasan-kawasan tersebut kita arahkan untuk mengembangkan satu produk unggulan sehingga mempunyai skala ekonomi besar. Hasil dari pengembangan produk unggulan tersebut kam i arahkan untuk bisa diserap langsung pasar Malaysia. Pada saat bersamaan, produk-produk dari desa di Malaysia dengan berkembangnya ekonomi perdesaan di Malaysia, juga bisa masuk ke Indonesia,” katanya.

Dia mengungkapkan peluang pengembangan komoditas unggulan di kawasan perbatasan masih terbuka luas. Apalagi saat ini ada program reformasi agraria dari Presiden Joko Widodo, sehingga ketersediaan lahan untuk mengembangkan produk unggulan tidak menjadi masalah.

“Di Kalimantan Tengah akan buka 600 ribu hektare lahan baru, begitu juga daerah Kalimantan lain yang berbatasan dengan Malaysia. Kita tanami komoditas tertentu sehingga mempunyai skala ekonomi besar,” ucapnya.

Eko mendorong keterlibatan pengusaha dari kedua negara untuk menanamkan investasinya di kawasan perbatasan, sehingga roda perekonomian di kawasan tersebut bisa melaju. Para investor bisa terlibat dalam pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (prukades) dengan menyediakan sarana pascapanen, sehingga ada jaminan pasar saat masa panen.

“Kita undang pengusaha-pengusaha Malaysia untuk kerja sama dengan model pascapanen di daerah-daerah perbatasan dengan Malaysia. Kami berharap masuknya investor ini bisa mempercepat laju perekonomian di kawasan perbatasan,” tuturnya.

Selain berupaya mempercepat dan memperbesar skala ekonomi kawasan perbatasan, kata Eko, kedua negara juga bersepakat untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa-desa di kawasan perbatasan. Salah satunya dengan adanya kesepakatan untuk mengirimkan kepala-kepala desa dari kedua negara untuk melakukan studi banding.

“Pertama, dari Malaysia akan mengirim kepala desa ke Indonesia, begitu juga dari Indonesia mengirim kepala desanya ke Malaysia untuk belajar. Kami juga akan terus belajar terhadap keberhasilan Malaysia dalam mengelola kawasan transmigrasi melalui FELDA dan FELCRA,” ujarnya.

Dato’ Sri mengapresiasi program-program percepatan pembangunan kawasan perdesaa n yang saat ini dilakukan Kementerian Desa. Menurut dia, berbagai program, seperti alokasi dana desa, program unggulan kawasan perdesaan (prukades), hingga badan usaha milik desa (BUMDes) telah memberikan banyak manfaat bagi warga desa di seluruh Indonesia.

“Kementerian Desa ini memiliki program-program yang memberikan benefit pada penduduk desa di seluruh Indonesia, salah satunya dengan program dana desanya. Tadi saya melihat bagaimana dari program itu sudah banyak capaian dalam pembangunan perekonomian di perdesaan melalui BUMDes-nya,” katanya.

Selain itu, ia mendukung kerja sama dalam pertukaran kepala desa. Senada dengan peningkatan sumber daya perangkat desa, untuk kepala desa akan ada pelatihan bagaimana me-manage administrasi dan keuangan desa. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pendapatan penduduk desa dan kewirausahawanan di desa, serta pemberdayaan dari segi keuangan untuk mengurus desa.

“Akan exchange pegawai juga untuk mempelajari banyak dari Kementerian Desa, dari segi kepala desa dan komite kita boleh bertukar-tukar, terutama kepala desa dari Malaysia untuk datang mempelajari apa yang belum di Malaysia,” ucapnya.

Dia menyebut jika dalam waktu dekat task force kerja sama pembangunan kawasan perdesaan antar-kedua negara akan segera dibentuk. Dengan demikian, berbagai poin kerja sama termasuk pengembangan produk unggulan bisa segera dilaksanakan.

“Dalam membangun kawasan perbatasan, kita akan segera bentuk joint committee Kementerian Desa dan Kementerian Kemajuan Luar Bandar Malaysia. Kita akan bersama-sama wujudkan joint committee untuk bangun masyarakat desa di kawasan perbatasan Malaysia dan Indonesia. Contohnya, membangun desa-desa perbatasan seperti di Serawak, mengembangkan produk kelapa sawit dan getah karet,” tuturnya. (*)

Terkait
  • Mendes PDTT Meminta Bupati Sijunjung Percepat Pembangunan Desa

    Mendes PDTT Meminta Bupati Sijunjung Percepat Pembangunan Desa

    15 jam lalu
  • Kemenag Diminta Tingkatkan Layanan Publik Secara Digital

    Kemenag Diminta Tingkatkan Layanan Publik Secara Digital

    1 hari lalu
  • SMAN 9 Kota Bandung Kini Memiliki Enam Ruang Kelas Baru

    SMAN 9 Kota Bandung Kini Memiliki Enam Ruang Kelas Baru

    1 hari lalu
  • Menjajal Mitsubishi Xpander, Begini Kata Pengemudi Wanita

    Menjajal Mitsubishi Xpander, Begini Kata Pengemudi Wanita

    1 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Pembakaran 25 Alquran, Pelaku Diduga Alami Gangguan Mental

    Pembakaran 25 Alquran, Pelaku Diduga Alami Gangguan Mental

    2 jam lalu
  • Agus Kriswanto Panglima Kostrad Baru Pengganti Edy Rahmayadi

    Agus Kriswanto Panglima Kostrad Baru Pengganti Edy Rahmayadi

    2 jam lalu
  •  Jaksa Sebut Auditor BPK Minta Moge dan Ditraktir Karaoke

    Jaksa Sebut Auditor BPK Minta Moge dan Ditraktir Karaoke

    2 jam lalu
  • Usung Djarot di Pilgub Sumut, Mega Temui Muhaimin dan Airlangga

    Usung Djarot di Pilgub Sumut, Mega Temui Muhaimin dan Airlangga

    2 jam lalu
  • Foto
  • Jokowi Undang 88 Raja dan Sultan Se-Indonesia ke Istana    Bogor

    Jokowi Undang 88 Raja dan Sultan Se-Indonesia ke Istana Bogor

    2 jam lalu
  • LP Banda Aceh Rusuh, Napi Bakar Lima Ruang Lapas Kelas II A

    LP Banda Aceh Rusuh, Napi Bakar Lima Ruang Lapas Kelas II A

    3 jam lalu
  • Kamisan Perdana 2018, Jokowi Diminta Wujudkan Agenda Reformasi

    Kamisan Perdana 2018, Jokowi Diminta Wujudkan Agenda Reformasi

    6 jam lalu
  • Penerbad Pamerkan Helikopter Serbu Apache dan Mi

    Penerbad Pamerkan Helikopter Serbu Apache dan Mi

    8 jam lalu
  • Video
  • Seorang Gadis di Brebes Diperkosa Oleh Enam Pemuda

    Seorang Gadis di Brebes Diperkosa Oleh Enam Pemuda

    2 jam lalu
  • Pembakaran 25 Alquran, Pelaku Diduga Alami Gangguan Mental

    Pembakaran 25 Alquran, Pelaku Diduga Alami Gangguan Mental

    3 jam lalu
  • Diduga Alergi Obat, Kulit Bocah Ini Melepuh Setelah Minum Obat

    Diduga Alergi Obat, Kulit Bocah Ini Melepuh Setelah Minum Obat

    6 jam lalu
  • Dituduh Gelapkan Dana Haji Rp 3,9 M, Agen Travel Digeledah Polisi

    Dituduh Gelapkan Dana Haji Rp 3,9 M, Agen Travel Digeledah Polisi

    6 jam lalu
  • terpopuler
  • 1

    Kapolri Tito Karnavian Melantik 79 Perwira Menengah

  • 2

    Umumkan Calon PIlkada 2018 untuk 4 Provinsi, PDIP Pamer Risma

  • 3

    Ketika Djarot Merasa Perlu Mendengar Ahok Soal Pilgub Sumut

  • 4

    Istri Wakil Wali Kota Gorontalo Diciduk BNN, Suami: Dia Khilaf

  • 5

    KPU: DPP Partai Besutan Tommy Soeharto Lolos Verifikasi Faktual

  • Fokus
  • Harga Minyak Dunia Naik, Subsidi BBM Sedot Dana Infrastruktur?

    Harga Minyak Dunia Naik, Subsidi BBM Sedot Dana Infrastruktur?

  • Setelah Blok Mahakam di Tangan Pertamina

    Setelah Blok Mahakam di Tangan Pertamina

  • KPK Percepat Pengusutan Kasus E-KTP dan BLBI

    KPK Percepat Pengusutan Kasus E-KTP dan BLBI

  • BNPT: Waspadai Serangan Teroris pada Malam Tahun Baru

    BNPT: Waspadai Serangan Teroris pada Malam Tahun Baru

  • Terkini
  • Dituduh Sebarkan Komunisme, Aktivis Li   ngkungan Dituntut 7 Tahun

    Dituduh Sebarkan Komunisme, Aktivis Lingkungan Dituntut 7 Tahun

    1 jam lalu
  • Edy Rahmayadi Puji Panglima Kostrad yang Baru: Pokoknya Hebat

    Edy Rahmayadi Puji Panglima Kostrad yang Baru: Pokoknya Hebat

    1 jam lalu
  • Rusuh di Lembaga Pemasyarakatan Banda Aceh Dipicu Provokasi Napi

    Rusuh di Lembaga Pemasyarakatan Banda Aceh Dipicu Provokasi Napi

    2 jam lalu
  • OTT di Kalsel, KPK Temukan Uang Miliaran Rupiah

    OTT di Kalsel, KPK Temukan Uang Miliaran Rupiah

    2 jam lalu
  •  Jaksa Sebut Auditor BPK Minta Moge dan Ditraktir Karaoke

    Jaksa Sebut Auditor BPK Minta Moge dan Ditraktir Karaoke

    2 jam lalu
  • Korupsi E-KTP, Dua Saksi Mangkir dari Panggilan KPK

    Korupsi E-KTP, Dua Saksi Mangkir dari Panggilan KPK

    2 jam lalu
  • Agus Kriswanto Panglima Kostrad Baru Pengganti Edy Rahmayadi

    Agus Kriswanto Panglima Kostrad Baru Penggan ti Edy Rahmayadi

    2 jam lalu
  • Diperiksa KPK, Mirwan Amir Mengaku Ditanya Anggaran E-KTP

    Diperiksa KPK, Mirwan Amir Mengaku Ditanya Anggaran E-KTP

    2 jam lalu
  • Usung Djarot di Pilgub Sumut, Mega Temui Muhaimin dan Airlangga

    Usung Djarot di Pilgub Sumut, Mega Temui Muhaimin dan Airlangga

    3 jam lalu
  • Tunggu Keputusan PDIP Jadi Cagub, Kapolda Kaltim Belum Mau Mundur

    Tunggu Keputusan PDIP Jadi Cagub, Kapolda Kaltim Belum Mau Mundur 3 jam lalu

  • Selengkapnya Grafis

    Negara-Negara yang Menjadikan Ganja Berstatus Legal

    Amerika Serikat memungkinkan penjualan ganja terbuka untuk tujuan rekreasi di California, berikut negara-negara lain menjadikan ganja berstatus legal.

    Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »