www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tugu Sukarno Bukti Sejarah Palangkaraya Telah Lama ...

Posted by On 15.57

Tugu Sukarno Bukti Sejarah Palangkaraya Telah Lama ...

Jejak Presiden Sukarno di Palangkaraya

Tugu Sukarno Bukti Sejarah Palangkaraya Telah Lama Dicadangkan Ibu Kota RI

Provinsi ini, ingin maju sejajar dengan provinsi lain di Indonesia, sehingga sejak tanggal 17 Juli 1957...

Tugu Sukarno Bukti Sejarah Palangkaraya Telah Lama Dicadangkan Ibu Kota RIfaturahmanTugu sukarno, tempat peletakan tiang pancang pertama Palangkaraya jadi Ibu Kota Kalteng, oleh Presiden RI Pertama Sukarno.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kota Palangkaraya, Ibu Kota Kalimantan Tengah, punya sejarah sendiri saat pendiriannya, ketika Kalteng lepas dari Kalsel, Kota yang diberi gelar Kota Cantik ini terus mem bangun.

Provinsi ini, ingin maju sejajar dengan provinsi lain di Indonesia, sehingga sejak tanggal 17 Juli 1957, Presiden Pertama RI, Sukarno meletakan pemancangan tiang pertama dengan menjadikan Palangkaraya sebagai Ibu Kota Kalimantan Tengah.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2018 dalam Bahasa Bali, Indonesia dan Inggris

Pada saat itu, masyarakat (Kalimantan Tengah) menginginkan terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah yang akhirnya rencana Ibukota Kalimantan Tengah (Palangkaraya) menjadi kesempatan emas bagi Presiden Sukarno dalam menuangkan ide-idenya.

Presiden Sukarno
Presiden Sukarno (kompas.com)

Berdasarkan pengalamannya keliling dunia dan beberapa kota di Indonesia, pada akhirnya desain Kota Palangkaraya yang diciptakannya dipersiapkan juga untuk ibukota RI, menurut Wijana rka Dosen Universitas Palangkaraya (UPR) dalam bukunya tentang, sejarah berdirnya Palangkaraya.

Baca: Begini Kabar Terkini Oknum Brimob yang Tembak Ajudan Prabowo Subianto, Menyedihkan!

Batalnya Palangkaraya menjadi ibukota RI disebabkan oleh sulitnya pengadaan bahan bangunan dan medan yang masih sangat sulit menuju kota Palangkaraya (saat pembangunan tahun 1957-1959), ditambah lagi tiga aspek (Wijanarka, 2006) yaitu:

Keberadaan sejarah kota Jakarta yang sudah terbentuk komposisinya oleh pemerintah kolonial akhirnya memaksa Soekarno untuk meneruskan program-program pembangunan.

Ini, seperti Jakarta by Pass, Jalan Tanjung Priok-Cililitan, Jalan Cawang, Lapangan Terbang Kemayoran, Jembatan Semanggi, Hotel Indonesia, Wisma Nusantara, Masjid Istiqlal dan Monumen Nasional.

Desakan para duta besar negara sahabat, Mungkin, saat peletakan tiang pancang Kota Palangkaraya, Sukarno juga mempromosikan calon ibukota RI kepada dua duta besar Neg ara adidaya Rusia (DA Zukov) dan Amerika (Hugh Cumming Jr) yang pada waktu itu oleh Sukarno diajak ke Palangkaraya.

Mungkin pula dengan mengalami beratnya medan perjalanan ke Palangkaraya saat itu, dan mungkin adanya hasil evaluasi Sukarno tahun 1959 yang menunjukkan sulitnya pengadaan bahan bangunan dalam proses pembangunan Kota Palangkaraya.

Kedua duta besar yang saat itu sangat berpengaruh terhadap dunia mendesak Sukarno untuk memilih Jakarta sebagai Ibukota RI, sehingga rencana Palangkaraya dijadikan Ibu Kota RI pun, belum bisa terwujud. (www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman Editor: Didik Trio Sumber: Banjarmasin Post Ikuti kami di Habiskan Liburan Bersama, Seorang Pria Tega Bunuh Kekasihnya dan Dimasukkan ke Koper Lalu Dibuang Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »