www.AlvinAdam.com

BErita 24 Kalimantan Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Aktivis Serukan Penolakan Politisasi dan Korupsi Sumber Daya Alam

Posted by On 02.44

Aktivis Serukan Penolakan Politisasi dan Korupsi Sumber Daya Alam

Kerusakan hutan rawa akibat tambang emas tradisional di Kereng pangi, Kalimantan Tengah, 24 Agustus 2013. Sebanyak 140 negara menandatangani traktat PBB untuk menangani polusi merkuri serta penggunaan produk metal berbahaya.AFP PHOTO / CHAIDEER MAHYUDDIN Kerusakan hutan rawa akibat tambang emas tradisional di Kereng pangi, Kalimantan Tengah, 24 Agustus 2013. Sebanyak 140 negara menandatangani traktat PBB untuk menangani polusi merkuri serta penggunaan produk metal berbahaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Alam Lestari menyerukan p enolakan terhadap politisasi dan korupsi sumber daya alam.

Para aktivis menilai, sumber daya alam telah dijadikan komoditas politik dan sumber pendapatan yang tidak sah melalui praktik korupsi.

"Menempatkan alam sebagai komoditas telah menempatkan masa depan ratusan juta orang Indonesia dalam situasi terancam. Komodifikasi alam melahirkan kontestasi perebutan kuasa yang masih mewarnai proses politik elektoral," ujar peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Siti juliantari dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (22/4/2018).

Menurut Koalisi, pemilu di Indonesia masih dijadikan ajang obral lisensi perusakan alam, bukan kontestasi demokrasi sesungguhnya untuk kepentingan orang banyak.

Kepala daerah yang terpilih malah menggunakan kewenangan dalam pemberian izin sebagai lahan basah untuk dikorupsi.

Hal itu tidak hanya mengakibatkan hilangnya kekayaan alam dan potensi penerimaan negara, tetapi juga mengakibatkan kerusakan ekologis lingkungan yang nilainya mencapai triliunan rupiah dalam setiap kasusnya.

"Sampai saat ini, korupsi di sektor sumber daya alam masih merajalela, dengan salah satu bentuk yang paling populer adalah suap dalam pemberian izin," kata Siti.

Koalisi Masyarakat Sipil Alam Lestari mendesak agar seluruh calon kepala daerah tidak menjadikan alam sebagai komoditas politik dalam Pilkada 2018.

Pemerintah pusat dan daerah diminta menghentikan kebijakan yang tidak pro lingkungan dan yang merampas ruang hidup rakyat.

Kemudian, pemerintah diminta menghentikan kebijakan yang tidak menjawab kebutuhan rakyat, seperti reklamasi pantai, izin konsesi pertambangan dan perkebunan besar, swastanisasi sektor publik yang penting dan berbagai kebijakan lainnya.

Selain itu, pemerintah harus menjalankan putusan pengadilan terhadap gugatan masyarakat atas pengelolaan SDA dan Agraria dan meminta kepada seluruh pihak untuk menghentikan upaya kriminalisasi atau ancaman terhadap pejuang lingkungan dan agraria.

Terakhir, Koalisi meminta segera dilakukan audit kerugian negara akibat kebijakan dan proyek yang merusak alam.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Pilkada Serentak 2018

Terkini Lainnya

Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Afghanistan Bertambah Jadi 31 O   rang

Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Afghanistan Bertambah Jadi 31 Orang

Internasional 22/04/2018, 16:40 WIB Generasi Muda Milenia Dukung Gatot Maju di Pilpres 2019

Generasi Muda Milenia Dukung Gatot Maju di Pilpres 2019

Nasional 22/04/2018, 16:35 WIB Korban Meledaknya Mesin Kapal di Kepulauan Seribu adalah Petugas Dishub

Korban Meledaknya Mesin Kapal di Kepulauan Seribu adalah Petugas Dishub

Megapolitan 22/04/2018, 16:32 WIB Mahfud MD Sepakat Istri Gus Dur Termasuk Tokoh Perempuan Berpengaruh Dunia

Mahfud MD Sepakat Istri Gus Dur Termasuk Tokoh Perempuan Berpengaruh Dunia

Nasional 22/04/2018, 16:16 WIB Sistem Seleksi Bakal Caleg PSI Dinilai Ganggu Kenyamanan Partai Lain

Sistem Seleksi Bakal Caleg PSI Dinilai Ganggu Kenyamanan Partai Lain

Nasional 22/04/2018, 16:04 WIB 'Saya Siap!', 5 Jurus Percaya Diri Siapkan UN Esok

'Saya Siap!", 5 Jurus Percaya Diri Siapkan UN Esok

Edukasi 22/04/2018, 15:56 WIB Sudirman Janjikan Peningkatan Anggaran Disnaker 2 Kali Lipat

Sudirman Janjikan Peningkatan Anggaran Disnaker 2 Kali Lipat

Megapolitan 22/04/2018, 15:53 WIB Sering Anggap Tak Ada Pengumuman, Pengguna KRL Dinilai Malas Membaca

Sering Anggap Tak Ada Pengumuman, Pengguna KRL Dinilai Malas Membaca

Megapolitan 22/04/2018, 15:38 WIB Rayakan Ultah ke-92, Ratu Elizabeth II Tonton Konser Bertabur Bintang

Rayakan Ultah ke-92, Ratu Elizabeth II Tonton Konser Bertabur Bintang

Internasional 22/04/2018, 15:27 WIB Kapolres Aceh Utara: Motif Penembakan Terkait Utang Bisnis Sabu-sabu

Kapolres Aceh Utara: Motif Penembakan Terkait Utang Bisnis Sabu-sabu

Regional 22/04/2018, 15:23 WIB Mesin Kapal Dishub Meledak Diduga karena Korsleting Aki

Mesin Kapal Dishub Meledak Diduga karena Korsleting Aki

Megapolitan 22/04/2018, 15:14 WIB Gempa Susulan dan Hujan, Akses Jalan Karangkobar Tertutup Longsor

Gempa Susulan dan Hujan, Akses Jalan Karangkobar Tertutup Longsor

Regional 22/04/2018, 15:02 WIB Korban Meledaknya Mesin Kapal Dishub Alami Luka Bakar dan Patah Kaki

Korban Meledaknya Mesin Kapal Dishub Alami Luka Bakar dan Patah Kaki

Megapolitan 2 2/04/2018, 14:53 WIB Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Kapal Karam

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Kapal Karam

Regional 22/04/2018, 14:45 WIB Bom Bunuh Diri Tewaskan 4 Orang Jelang Pemilu Legislatif Afghanistan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 4 Orang Jelang Pemilu Legislatif Afghanistan

Internasional 22/04/2018, 14:38 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 K alteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »