www.AlvinAdam.com

BErita 24 Kalimantan Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Habitat Duyung di Perairan Selatan Kalimantan Makin Terancam

Posted by On 00.17

Habitat Duyung di Perairan Selatan Kalimantan Makin Terancam

Desimimasi penelitian pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mendukung konservasi duyung di perairan Kalimantan oleh Universitas Antakusuma Pangkalan Bun, Selasa (3/4/2018)KOMPAS.com/Budi Baskoro Desimimasi penelitian pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mendukung konservasi duyung di perairan Kalimantan oleh Universitas Antakusuma Pangkalan Bun, Selasa (3/4/2018)

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Di perairan Laut Jawa, selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, masih terdapat ikan duyung (dugong). Ini karena di sana masih terdapat lamun (rumput laut) yang menjadi habitat mamalia herbivora itu.

Namun, keberadaan duyung dan lamun itu dalam posisi terancam. Padahal dugong di perairan Kotawaringin Barat, itu kini satu di antara empat projek konservasi dugong di Indonesia.

Field Manager Program Konservasi Dugong dan Lamun World Wildlife Fund ( WWF) Indonesia di Kalimantan Tengah, Idham Pasya mengatakan, penyebab merosotnya populasi duyung karena perburuan, pemanfaatan dagingnya, atau tertabrak kapal.

Selain itu, penurunan luas area dan kualitas lamun, dan pencemaran laut karena limbah atau penangkapan ikan dengan menggunakan racun jadi penyebab lainnya.

(Baca juga : Seekor Duyung Ditemukan Mati Terdampar di Laut Ambon )

Idham menjelaskan, perburuan dugong di perairan Kotawaringin Barat sudah lama berakhir. Namun, terkadang duyung tak sengaja terjerat jala nelayan, dan dagingnya tetap dikonsumsi.

"Walaupun tangkapan sampingan, tapi masih dimanfaatkan, dianggap rezeki," ujar Idham dalam desiminasi hasil penelitian pemberday aan masyarakat pesisir dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir, di Kotawaringin Barat, Selasa (3/4/2018).

Kasus terakhir terjeratnya duyung di perairan Kotawaringin Barat itu terjadi pada Maret lalu. Saat itu ditemukan duyung seberat 35 kilogram yang mati dan lalu dikonsumsi, setelah terjerat jaring nelayan.

Idham menegaskan, duyung termasuk satwa langka yang dilindungi. Perlindungan mamalia herbivora ini tertuang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

"Duyung dilindungi, tidak boleh dimanfaatkan. Bahkan sampai air matanya pun tidak boleh," tuturnya.

Berdampak pada Masyarakat

Idham mengatakan, penyelamatan duyung dan habitatnya harus dilakukan melalui penguatan konservasi, peningkatan kesadartahuan dan penelitian soal duyung, serta pengelolaan konservasi berbasis masyarakat.

"Untuk konservasi, kita harus memberikan impact pada masyarakat," kata dia.

Sebenarnya, masyarakat sudah tahu du yung satwa dilindungi. Mulyadi, Ketua Badan Perwakilan Desa Teluk Bogam pun mengakuinya. "Dulu, perburuan memang dilakukan, tahun 1980-an dan 1990-an. Kakek kita seorang ahlinya," aku Mulyadi.

Untuk menopang kesiapan masyarakat pesisir terlibat dalam konservasi dugong, Universitas Antakusuma merilis potensi sumber matapencaharian alternatif yang bisa dilakukan masyarakat.

(Baca juga : Menteri Susi Angkat Bicara soal Uang Kompensasi Pembebasan Ikan Duyung )

Arifin, ketua tim peneliti Antakusuma menuturkan, masyarakat empat desa di pesisir Kotawaringin Barat (Kubu, Sungai Bakau, Teluk Bogam, dan Keraya) mengandalkan penangkapan ikan.

Selain itu, mereka membudidayakan rumput laut, budi daya tumbuhan ujung atap, spirulina, dan menjadikan wilayahnya sebagai destinasi wisata konservasi.

Rasdi Wangsa, Field Office Manager Swisscontact Wisata mengatakan, masyarakat pesisir bisa mengemas paket wisata dugong sebagai bagian dari upa ya konservasi itu.

Kompas TV Tak hanya menyerahkan sertifikat kepada warga Bali, Presiden Jokowi juga kembali memberi kuis berhadiah sepeda.

Berita Terkait

5 Pria Berpakaian Ikan Duyung Protes Pencemaran Sungai Kalimas

Ikan Duyung Dilepasliarkan dengan Kompensasi Rp 8 Juta

Putri Duyung Menyokong Keluarga

Berciri Khas Duyung, Batik Gondho Arum Banyuwangi Diburu Orang

Terkini Lainnya

Duterte Sebut Pejabat PBB yang Menghinanya Berkepala Kosong

Duterte Sebut Pejabat PBB yang Menghinanya Berkepala Kosong

Internasional 04/04/2018, 14:15 WIB Kuasa Hukum Pertanyakan Pertimbangan MA Tolak PK Ahok

Kuasa Hukum Pertanyakan Pertimbangan MA Tolak PK Ahok

Megapolitan 04/04/2018, 14:13 WIB Kerap Disiksa, Istri di India Bunuh Suami Pakai 'Rolling Pin'

Kerap Disiksa, Istri di India Bunuh Suami Pakai "Rolling Pin"

Internasional 04/04/2018, 14:09 WIB Anies A   kan Disiplinkan Stafnya yang Terima Telepon Ratna Sarumpaet

Anies Akan Disiplinkan Stafnya yang Terima Telepon Ratna Sarumpaet

Megapolitan 04/04/2018, 14:09 WIB First Travel Berutang Rp 50 Miliar ke Vendor Tiket Pesawat

First Travel Berutang Rp 50 Miliar ke Vendor Tiket Pesawat

Nasional 04/04/2018, 14:08 WIB Revitalisasi 10 GOR di Jakarta Hampir Selesai

Revitalisasi 10 GOR di Jakarta Hampir Selesai

Megapolitan 04/04/2018, 14:08 WIB Kapolri: Jangan Sampai Masyarakat ke Kantor Polisi seperti ke Kandang Macan

Kapolri: Jangan Sampai Masyarakat ke Kantor Polisi seperti ke Kandang Macan

Regional 04/04/2018, 14:00 WIB Kiki First Travel Belikan Apartemen, Mobil, dan Hadiah untuk Mantan Pacar

Kiki First Travel Belikan Apartemen, Mobil, dan Hadiah untuk Mantan Pacar

Nasional 04/04/2018, 13:57 WIB 'Prabowo Seorang Petarung, Lebih Percaya Intuisi Politiknya daripada Hasil Survei'

"Prabowo Seorang Petarung, Lebih Percaya Intuisi Politiknya daripada Hasil Survei"

Nasional 04/04/2018, 13:50 WIB Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pembacokan Anak Kapolr   esta Bandung

Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pembacokan Anak Kapolresta Bandung

Megapolitan 04/04/2018, 13:50 WIB Hati-hati, WNA Kini Diawasi Sampai Tingkat Desa

Hati-hati, WNA Kini Diawasi Sampai Tingkat Desa

Regional 04/04/2018, 13:49 WIB Mantan Dirjen Hubla Akui Pernah Terima 20.000 Dollar AS dari Jonan

Mantan Dirjen Hubla Akui Pernah Terima 20.000 Dollar AS dari Jonan

Nasional 04/04/2018, 13:46 WIB Pimpinan Komisi II Nilai Pesawat Kepresidenan Tak Boleh Dipakai Kampanye

Pimpi nan Komisi II Nilai Pesawat Kepresidenan Tak Boleh Dipakai Kampanye

Nasional 04/04/2018, 13:46 WIB Mantan Dirjen Hubla Mengaku Pernah Tak Loloskan Putra Soeharto Saat Lelang

Mantan Dirjen Hubla Mengaku Pernah Tak Loloskan Putra Soeharto Saat Lelang

Nasional 04/04/2018, 13:39 WIB PPP Nilai Gatot Belum Tentu Tarik Pemilih Muslim jika Jadi Cawapres Jokowi

PPP Nilai Gatot Belum Tentu Tarik Pemilih Muslim jika Jadi Cawapres Jokowi

Nasional 04/04/2018, 13:37 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »