www.AlvinAdam.com

BErita 24 Kalimantan Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kredit Usaha di Kalimantan Tengah Masih di Bawah 20 Persen

Posted by On 19.53

Kredit Usaha di Kalimantan Tengah Masih di Bawah 20 Persen

Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah dan Kepala BI Perwakilan Kalimantan Tengah, Wuryanto bersalaman usai penandatanganan MoU pengembangan investasi dan pembiayaan usaha peternakan, di Pangkalan Bun, Kalteng, Rabu (18/4/2018)Kompas.com/Budi Baskoro Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah dan Kepala BI Perwakilan Kalimantan Tengah, Wuryanto bersalaman usai penandatanganan MoU pengembangan investasi dan pembiayaan usaha peternakan, di Pangkalan Bun, Kalteng, Rabu (18/4/2018)

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Wuryanto mengatakan, kredit usaha yang dikucurk an perbankan di Kalimantan Tengah, masih kurang dari 20 persen.

Dia menyebutkan, bank yang beroperasi di Kalimantan Tengah harus secara bertahap memperbesar pemberian kredit untuk sektor produktif. Pihaknya menargetkan tahun ini kredit usaha bisa di atas 20 persen kredit.

"Itu kan kewajiban bank. Bank mengambil uang dari rakyat. Dalam bentuk tabungan, deposito, giro. Nanti harus kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk kredit. Itu kewajiban bank. Kalau enggak begitu, bukan bank namanya," ucap Wuryanto usai pembukaan kegiatan sosialisasi pengembangan investasi dan pembiayaan usaha peternakan, di Pangkalan Bun, Rabu (18/4/2018).

Wuryanto mempersoalkan, selama ini bank-bank lokal masih lebih mudah memberkan kredit konsumsi. Termasuk, yang paling mudah untuk kalangan pegawai negeri sipil (PNS).

Baca juga: Pekerja Migran Harus Didorong Untuk Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat

"Dengan menaruh SK kerj anya, (PNS) itu potong gaji. Perbankan enggak usah mikir. Pasti balik gajinya. Secara bertahap ini harus berubah. 20 persen dari modal perbankan harus modal kerja," katanya.

Dia mengatakan, dengan memberikan kredit pada usaha produktif, perbankan harus lebih bekerja keras. "Untuk pengusaha ada sedikit effort, mengajari. Jangan dikasih terus tinggal. Harus dibina," ungkapnya.

Menurut Wuryanto, melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), pihaknya akan mendorong sektor usaha kecil, seperti peternakan masyarakat, agar siap menjadi debitor.

"Nanti didik oleh pemerintah daerah, oleh BI. Karena perbankan itu yang pentingkan kemampuan mengembalikan. Minimal mereka harus mengerti soal neraca sederhana," tuturnya.

BI Perwakilan Kalimantan Tengah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkab Kotawaringin Barat untuk mendorong pengembangan usaha peternakan masyarakat, dengan bantuan perbankan. Ini merupakan kerja sama pertam a yang dilakukan BI dengan pemerintah kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah.

Penandatanganan MoU itu juga dilanjutkan dengan pelatihan pengelolaan peternakan dengan model integrasi sawit-sapi, selama dua hari ke depan.

"Kita berbagi tugas. Bank Indonesia dengan kebijakan fiskalnya, bagaimana mendorong sektor kredit produktif. Kita berharap kredit perbankan dipermudah. Perizinannya dipermudah. Mungkin sektor mana yang perlu berkembang, kita berikan pendampingan," kata Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah, usai membuka kegiatan tersebut.


Berita Terkait

Genjot Penyaluran Kredit Usaha Rakyat, BNI Gandeng Go-Jek

Cerita Sugeng Sukses Bisnis Apel dengan Kredit Usaha Kecil

Bunga Kredit Usaha Rakyat Turun Jadi 7 Persen per Tahun

Gubernur Ganjar Minta Bank BUMN Sediakan Kredit Usaha Bagi Nelayan

Target Penyaluran Kredit Usaha Rakyat pada 2017 Rp 110 Triliun

Terkini Lainnya

Peringati Hari Kartini, Pertamina Beri Layanan Khusus untuk Perempuan di SPBU

Peringati Hari Kartini, Pertamina Beri Layanan Khusus untuk Perempuan di SPBU

Inspirasi 22/04/2018, 09:31 WIB Grup Djarum Memulai Pembangunan Pabrik Gula di Sumba Timur NTT

Grup Djarum Memulai Pe mbangunan Pabrik Gula di Sumba Timur NTT

Bisnis 21/04/2018, 20:14 WIB Daya Beli dan Arah Pergerakan Ekonomi

Daya Beli dan Arah Pergerakan Ekonomi

Makro 21/04/2018, 20:08 WIB Ekonom: Rupiah Memang Harus Melemah Secara Gradual

Ekonom: Rupiah Memang Harus Melemah Secara Gradual

Makro 21/04/2018, 19:45 WIB Libur Lebaran 11 Hari, Operator Telekomunikasi Senang

Libur Lebaran 11 Hari, Operator Telekomunikasi Senang

Bisnis 21/04/2018, 17:34 WIB Bank Indonesia: Perekonomian Domestik Tetap Solid

Bank Indonesia: Perekonomian Domestik Tetap Solid

Makro 21/04/2018, 16:54 WIB Nelayan di Bengkulu Sita Tiga 'Trawl' di Tengah Laut

Nelayan di Bengkulu Sita Tiga "Trawl" di Tengah Laut

Makro 21/04/2018, 16:34 WIB Menteri Susi: Saya Bisa Bekerja Sebaik dan Seprofesional Menteri Laki-laki

Menteri Susi: Saya Bisa Bekerja Sebaik dan Seprofesional Menteri Laki-laki

Inspirasi 21/04/2018, 15:37 WIB Pengamat: Perombakan Direksi Pertamina itu Masalah Politik

Pengamat: Perombakan Direksi Pertamina itu Masalah Politik

Makro 21/04/2018, 14:41 WIB Pertumbuhan Ekonomi NTB 7,1 Persen, Melebihi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pertumbuhan Ekonomi NTB 7,1 Persen, Melebihi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Makro 21/04/2018, 13:46 WIB Petinggi Fed: Bitcoin Tidak Memenuhi Ketentuan sebagai Mata Uang

Petinggi Fed: Bitcoin Tidak Memenuhi Ketentuan sebagai Mata Uang

Keuangan 21/04/2018, 13:32 WIB Sri Mulyani: Pemiki   ran Kartini Sangat Relevan karena 'Gender Gap' Masih Besar...

Sri Mulyani: Pemikiran Kartini Sangat Relevan karena "Gender Gap" Masih Besar...

Inspirasi 21/04/2018, 12:47 WIB Kisah Intan Paramaditha Berjuang Menerbitkan Buku di Luar Negeri

Kisah Intan Paramaditha Berjuang Menerbitkan Buku di Luar Negeri

Inspirasi 20/04/2018, 22:54 WIB Pemerintah Fokuskan Pendidikan Vokasi ke 6 Sektor Industri

Pemerintah Fokuskan Pendidikan Vokasi ke 6 Sektor Industri

Makro 20/04/2018, 22:29 WIB Melemah te   rhadap Dollar AS, Rupiah Tak Sendirian

Melemah terhadap Dollar AS, Rupiah Tak Sendirian

Keuangan 20/04/2018, 22:14 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »