www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mahasiswa Akbid Diberikan Pemahaman Soal Berita Hoax di Medsos

Posted by On 07.38

Mahasiswa Akbid Diberikan Pemahaman Soal Berita Hoax di Medsos

Seputar Kalteng

Mahasiswa Akbid Diberikan Pemahaman Soal Berita Hoax di Medsos

Menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif maupun Pilpres yang akan dilaksanakan tahun depan banyak beredar

Mahasiswa Akbid Diberikan Pemahaman Soal Berita Hoax di Medsosvia TRIBUNKALTENG.com/faturahman(Foto: Istimewa PWI Kalteng) Piagam nota kesepahaman antara Polri dan PWI tentang pemberitaan, dari Konsultan Jurnalistik H Sutransyah kepada Kepala Bidang Humas Polda Kalteng Ajun Komisaris Besar Polisi H Pambudi Rahayu, di sela sosialisasi tentang penggunaan medsos, di Aula Akbid Betang Asi, Palangkaraya, Senin (16/4/2018) pagi.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif maupun Pilpres yang akan dilaksanakan tahun depan banyak beredar berita provokatif dan berita hoax di Media Sosial, sehingga menggugah PWI Kalteng, melakukan pencerahan tentang pembuatan berita sesuai kaidah jurnalistik.

Pencerahan kali ini diberika kepada Mahsiswa dan Mahasiswi Akademi Kebidanan Betang Asi Palangkaraya, agar tidak salah dalam men-share berita dan tidak ikut-ikutan melakukan penyebaran berita hoax di media sosial.

Baca: 3 Link Live Streaming Liga 1 2018 Barito Putera vs PSM Makassar di TV One & Vidio.com

Baca: Sadis, Ibu Guru Cantik di NTT Dibunuh Suami Lalu Mayatnya Digantung di Pohon Mangga

Konsultan jurnalistik H Sutransyah, saat memberikan, pengetahuan tentang ilmu jurnalistik, Senin (16/4/2018) menyebutkan, cara sederhana yang bisa diterapkan untuk menyaring berita yang benar dan mana berita Hoax di media online dan media sosial.

"Cara itu adalah meneliti kelengkapan unsur 5 W+1 H yang terkandung di dalam berita, yang benar harus selalu didasari fakta. Fakta tersebut terkandung dalam unsur berita 5 W+1 H. Jika unsur tersebut tidak tersampaikan lengkap dalam berita, maka kebenaran berita itu patut dipertanyakan,” kata Sutransyah.

Saat memberi paparan dalam kegiatan sosialisasi “Cerdas Menggunakan Media Sosial” di Aula Akademi Kebidanan (Akbid) Betang Asi, Palangkaraya, Senin (16/4/2018) pagi, Sutransyah yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan unsur utama dalam pembuatan berita yakni harus memenuhi unsur 5W+1H yakni What, Who, When, Where, Why, dan How.

Ditambahkannya, keenam unsur berita itu wajib dipenuhi pembuat berita atau wartawan yang membuat berita di media massa.

Dengan demikian, keabsahan informasi tersebut bisa dinilai sendiri oleh pembaca,termasu menjaga stabilitas, agar berita yang disuguhkan tidak berupa berisi provokasi yang bisa memecah belah bangsa. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman Editor: Ernawati Sumber: Tribun Kalteng Ikuti kami di Wanita Hamil Dinyatakan Meninggal, Sehari Kemudian Suami Dengar Suara Terengah-engah dari Kuburan Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »