www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Oknum lapas diduga bandar sabu terancam dipecat

Posted by On 16.52

Oknum lapas diduga bandar sabu terancam dipecat

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berinisial HA yang ditangkap polisi karena diduga sebagai bandar besar sabu-sabu, terancam dipecat.
Apabila terbukti sebagai bandar sabu-sabu maka sanksi terberatnya adalah pemecatan, kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalteng, Anthonius M Ayorbaba, saat dihubungi di Palangka Raya, Sabtu.
"Sesuai arahan Kemenkunham, jika oknum pegawai Lapas tersandung kasus narkoba, baik itu mengedarkan narkoba, memiliki dan menjadi pengguna, akan ditindak tegas tanpa ampun," tegas dia.
Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng menyita sabu-sabu seberat 12,68 gram dan uang tunai Rp5 juta dari oknum sipir lapas II-B Sampit berinisial HA. Sabu-sabu yang disita itu ditemukan di lemari kerja HA di Lapas II-B.
Anthonius mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum oknum Lapas Sampit tersebut kepada pihak Polda Kalteng. Dia bahkan mempersilakan kepolisian melakukan penggeledahan di Lapas Sampit untuk menguak siapa dalang dibalik itu semua.
Baca juga: Diduga bandar sabu, polisi tangkap oknum sipir Lapas Sampit
"Peristiwa ini harus jadi pelajaran berharga bagi pegawai Lapas yang ada di Kalteng. Ini pun harus jadi yang terakhir. Jangan ada lagi kejadian seperti ini di bulan dan tahun mendatang," harap dia.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kalteng ini mengaku sangat kecewa apabila masih ada saja pegawai lapas bersentuhan, bahkan menjadi bandar narkoba. Sebab, dirinya selalu mengingatkan kepada pegawai lapas di Kalteng ini agar menjauhi narkoba, apapun jenisnya.
Dia mengatakan apabila masih ada pegawai lapas menjadi pengedar atau bandar narkoba, maka ini merupakan mental yang kurang baik. Negara telah menyediakan dan memberikan gaji y ang layak dan cukup untuk menghidupi keluarga para pegawai Lapas.
"Sekarang ini pegawai lapas tidak hanya menerima gaji pokok, tapi juga renumerasi setiap tiga bulan sekali. Besaran Renumerasi itu cukup lumayan untuk menghidupi keluarganya. Saya sangat kecewa ada oknum lapas ditangkap karena narkoba," demikian Anthonius. (KR-JWM).Sumber: Berita Kalimantan Tengah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »